,
19 Mei 2017 | dibaca: 403 pembaca
UEA Akan Tingkatkan Investasi DI Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) yang dipimpin Menteri Energi Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5)

Jakarta, skornews.com

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) yang dipimpin oleh Menteri Energi Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5). Pertemuan itu membahas potensi peningkatan kerja sama di bidang energi hingga Lima Miliar Dollar AS.

 

Presiden menilai, delegasi Pemerintah UEA datang pada saat yang tepat saat pasar energi dunia mengalami transformasi dan semakin sedikit minyak dan gas dari Timur Tengah yang dikirim ke Amerika Serikat (AS) dan bahkan mungkin akan lebih banyak lagi minyak dan gas Timur Tengah akan dikirim ke ngara-negara Asia, “tentu saja perubahan energi terbarukan telah ditemukan dan berkelanjutan,” kata Presiden Jokowi.

 

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, dalam pertemuan tersebut Menteri Energi UEA Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei menyampaikan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia yang sekarang ini hanya pada level kurang dari 2 Miliar Dollar AS, ada potensi untuk ditingkatkan tiga kali lipat sekitar 5 Miliar Dollar AS.

 

“Beberapa investasi yang disampaikan antara lain di bidang hulu, ada keinginan Mubadala untuk berinvestasi di Indonesia di bidang hulu bekerja sama dengan Pertamina. Delegasi dari UEA juga mengundang Pertamina agar dapat bekerja sama dan berinvestasi di Abu Dhabi dan Dubai,” terang Archandra.

 

UEA melalui Menteri Energinya, menyampaikan perlunya jaminan investasi yang harus segera ditandatangani pemerintah secepat mungkin karena inilah pintu masuk kedua negara bekerja sama secara internasional.

Investment protection ini adalah wajar, baik itu antar negara Indonesia dengan negara tetangga kita, juga dengan negara-negara lain yang kita anggap perlu bekerja sama untuk meningkatkan investasi, baik di sini maupun di negara dimana kita membuat investment protection,” jelas Arcandra.

 

Menteri Energi UEA menyampaikan permintaan kepada Indonesia untuk memberikan insentif pajak sehingga dapat memangkas perpajakan ganda dalam kerja sama bilateral tersebut. Selain itu, mereka menyampakan keinginan dari Masdar, perusahaan asal UAE untuk berinvestasi energi terbarukan, termasuk dalam hal ini adalah PLTS, pembangkit listrik tenaga surya, “mereka sudah berbicara dengan PLN, dan ini perlu kita follow up,” ujarArchandra.

 

Untuk kerja sama selain energi menurut Wakil Menteri ESDM, Indonesia-UEA juga membahas tentang potensi kerja sama infrastruktur pelabuhan yang akan dilakukan oleh Dubai Port World dengan PT Pelindo I dan Pelindo III.

 

“Ada beberapa kendala tetapi kendala ini saya rasa dengan kerja sama nantinya kita bahas, secepatnya akan kita selesaikan,” jelas Arcandra.

 

Selain Menteri Energi Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei, delegasi pemerintah UEA yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu antara lain Duta Besar UEA untuk Indonesia Mohammed Abdulla Al Ghafli, Direktur Bidang Ekonomi dan Perdagangan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA Fahad Obaid Al Taffag, Ketua Dewan Direksi Mubadala Petrolium Bakheet Al Katheeri, Direktur Hubungan Pemerintah Dubai Ports World Omar Al Muhairy serta Penasehat Pemasaran dan Perdagangan ADNOC Mubarak Suhail Al Ketbi. Sementara itu, Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. ||Bayu (smbr: setkab)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com