,
12 Juli 2018 | dibaca: 528 pembaca
Tiap Hari, AKG Terima Ratusan Ton Gula Rafinasi

Akses jalan masuk pabrik gula PT AKG setelah melewati pos security

Lampung, skornews.com

 

Sedikitnya 15 truk bermuatan puluhan ton gula rafinasi setiap hari dibongkar di pabrik gula PT AKG Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

 

Diduga, gula impor tersebut dioplos dengan raw sugar (gula tebu) kemudian dipasarkan di retail-retail moderen dan tradisional di seluruh wilayah indonesia sebagai bahan konsumsi publik dengan merek dagang yang sudah sangat dikenal dan telah menjadi konsumsi rumah tangga pada umumnya.

 

"Benar pak, ini gula rafinasi kami angkut dari WL (nama jalan kantor utama PT AKG di Bandar Lampung)," kata salah seorang sopir truk kepada skornews di pos security PT AKG Lampteng yang sedang melaporkan dokumen sebelum diijinkan masuk oleh petugas keamanan, (11/7).

 

 

Skornews berhasil memperoleh gambar/video ekslusif keluar masuknya truk-truk pengangkut gula rafinasi ke PT AKG Lampteng dan liputan investigasi dengan sumber (terpercaya) terkait kegiatan pabrik gula tersebut yang diduga mencampur gula tebu dan gula impor (rafinasi).

 

Seyogyanya, gula impor rafinasi hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, bukan untuk konsumsi publik karena kandungan gula rafinasi dapat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

 

 

Mobilisasi truk pengangkut gula rafinasi itu juga mendapat sorotan dari aktivis LSM Libra dan LSM Apkan Lampung karena volumenya melebihi tonase sehingga diduga menjadi penyebab rusaknya jalan yang dilalui.

 

Terkait AKG, "diduga pihak perusahaan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya karena harga gula rafinasi murah berkisar Rp 5000, setelah dioplos dengan gula tebu (raw sugar) kemudian dipasarkan dengan harga gula konsumsi pada umumnya sekitar Rp 12.500/kg," kata ketua DPP LSM LIBRA, Benny dan Ketua APKAN Prov. Lampung, Fitri Andi kepada skornews, (11/7).

 

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, PT AKG Lampteng tidak bersedia memberi tanggapan, "pulang aja mas, pimpinan tidak bersedia memberi klarifikasi," kata kepala pengamanan Pos 1 (pintu masuk utama), Huseindi stelah sebelumnya diminta menunggu sekitar 1 jam di pos keamanan, "silahkan tunggu mas, HRD suruh tunggu, sedang ada pemeriksaan," kata Huseindi kepada skornews. (11/7). ||Awi

 

Bersambung...!
Nantikan penelusuran skornews, "lolosnya ribuan ton impor gula rafinasi dan merek dagang apa yang berasal dari oplosan gula tebu dan rafinasi"

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com