,
31 Juli 2018 | dibaca: 1161 pembaca
SK Direktur RS Immanuel Langgar UU Kesehatan ?

Bandung, skornews.com

 

SK Direktur Kebijakan Administrasi Pasien RS Immanuel Bandung (No.SKDir.018/Dir/SK/IV/2015) yang mewajibkan pasien membayar deposit (uang muka) sebesar 75 % dari jumlah biaya tindakan, melangggar pasal 32, ayat (1&2) undang-undang kesehatan No.36 Tahun 2009 yang menegaskan bahwa dalam keadaan darurat institusi pelayanan kesehatan dilarang meminta uang muka serta wajib memberikan pelayanan kesehatan dan penyelamatan nyawa pasien.

 

Sebelumnya, pasien RAR (Alm.) divonis menderita sakit jantung dan harus segera dilakukan tindakan operasi, hal itu disampaikan Dokter kepada keluarga pasien di ruang IGD RS Immanuel Bandung, Prov. Jawa Barat, (24/7/18).

 

“Kami tiba di ruang IGD RS Immanuel sekitar jam 18.30, setelah beberapa menit Dokter menyampaikan bahwa Alm. menderita sakit jantung (berat) dan harus segera dilakukan tindakan operasi,” kata keluarga pasien, wawan saat ditemui skornews di kediamannya (Komp. Kopo Mas Bandung), (26/7).

 

Dilanjutkan Wawan, kami diharuskan melunasi 75% dari total Rp 60 Juta biaya oprasi, saat itu kami hanya berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 10 Juta dari seluruh saku keluarga yang mengantarkan Alm.

 

“Kami sudah memohon agar segera dilakukan tindakan operasi, pelunasan uang muka  menunggu saudara yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta,” terang Wawan.

 

Keluarga Alm. menyesalkan pihak Rumas Sakit yang baru melakukan tindakan operasi saat pembayaran uang muka (Rp 45 Juta) telah dilunasi pada pukul 21.30 dan sekitar jam 23.00 pasien meninggal.

 

Selain itu, keluarga pasien masih ditagih kekurangan bayar oleh pihak RS Immanuel sebesar Rp 40 Juta (total Rp 85 Juta) jauh lebih tinggi dari perkiraan biaya operasi sebelumnya sebesar Rp 60 Juta.

 

Pihak RS Immanuel yang dikonfirmasi skornews membantah hal tersebut, bahwa tindakan penyelamatan pasien telah dilakukan (proses persiapan) sebelum keluarga pasien melunasi uang muka 75 %.

 

“Pada jam 20.40 pasien telah dipindahkan ke ruang catlab dan dilakukan tindakan pada jam 21.30,” kata pihak RS Immanuel kepada skornews yang disampaikan pejabat humas, Salie dan Dedi, (30/7).

 

Menurut Salie, pembayaran uang muka 75 % merupkan aturan yang berlaku di RS Immanuel namun atas dasar kebijakan pimpinan, tindakan penyelamatan tetap dilakukan terhadap pasien RAR (Alm.) meski keluarga pasien baru membayar uang muka Rp 10 Juta dan sebelum melunasi deposit (75 %) dengan pernyataan akan melunasi pada malam itu juga.

 

“Tidak benar kami mendahulukan pelunasan 75% karena sebelumnya telah dilakukan tindakan penyelamatan namun memerlukan proses (waktu) persiapan dan menghubungi dokter yang akan melakukan penanganan terhadap pasien,” terang Salie dan Dedi.

 

Terkait tagihan Rp 40 Juta setelah pasien meninggal, dikonfirmasi pihak RS Immanuel bahwa itu adalah informasi tagihan sementara kepada keluarga pasien.

 

“Setelah dilakukan pengecekan, sisa tagihan adalah Rp 8 Juta karena ternyata sejumlah perlatan yang sebelumnya telah dipersiapkan belum sempat dipergunakan hingga pasien dinyatakan meninggal,” terang Dedi kepada skornews.

 

Ditambahkan Dedi, “sesuai kebijakan pimpinan, sisa tagihan tersebut pun tidak lagi dibebankan kepada keluarga pasien dan pihak RS menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya pasien RAR,” kata Dedi.

 

Ditemui skornews di kediamannya, keluarga pasien yang melihat banyak kejanggalan dalam proses penangan RAR (Alm.) bermaksud meminta pertimbangan Penasehat Hukum untuk lebih mendalami sejumlah dugaan pelanggaran penanganan dan penyelamatan oleh pihak RS Immanuel.

 

“Kami akan berkonsultasi dengan pengacara sebelum teman-teman wartawan kami undang untuk Konfrensi Pers,” terang kakak kandung pasien (alm.), Agus R. kepada skornews saat ditemui di kediamannya, Komp. Kopo Mas Bandung, (30/7). ||Rizki  

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com