,
31 Maret 2017 | dibaca: 632 pembaca
Siswa Diberhentikan, Ombudsman Panggil Pihak Sekolah Dan Disdik

Lukman Umar

Mateng-Sulbar, skornews.com

 

Pemberhentian Siswa SMP Negeri 3 Tobadak, Muh. Irsyad dari sekolah mendapat perhatian Ombudsman RI Perwakilan Prov. Sulbar dan akan menelusuri alasan pemberhentian dan berupaya mendorong solusi terbaik sehingga Irsyad tetap dapat melanjutkan pendidikan.

 

Untuk proses klarifikasi, Ombudsman telah melakukan pemanggilan kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah dan   pelapor.

 

Ombudsman tidak menampik adanya kesalahan yang dilakukan siswa Irsyad namun berdasarkan aturan, setiap sekolah dilarang melakukan pemberhentian siswa yang berlaku sejak tahun 2016. karena pendidikan itu merupakan hak setiap anak Bangsa, “anak yang dipenjara saja tetap difasilitasi  pendidikan dan proses ujiannya, dan pihak sekolah tidak bisa melakukan itu dengan alasan apapun, apalagi sekarang sudah ada program wajib belajar 12 tahun,” tutur asisten Ombudsman, Sekarwuni Manfaati di kantornya (30/03/17).  

 

Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Sulbar, Lukman Umar Mengatakan bahwa terkait larangan pemberhentian siswa dari sekolah, tentunya memunculkan pertanyaan bagaimana pihak sekolah menindak anak atau siswa yang melakukan pelanggaran berat di sekolah, seperti siswa sering bolos, berkelahi. Lukman menegaskan, sudah menjadi tugas pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap siswa yang bermasalah seperti itu, pendidik harus mampu membuat metode pembinaan bagi siswa yang bermasalah, “Sekolah kan tugasnya membina, mendidik serta mengajar,” kata Lukman Umar.

 

Lukman melanjutkan, “jika pihak sekolah ada yang melakukan pemberhentian siswa dari sekolah maka itu adalah pelanggaran dan dapat diproses hukum, pemecatan siswa dari sekolah itu beresiko dan dapat diadukan kepada polisi kecuali jika siswa yang bersangkutan meminta untuk berhenti sekolah melalui wali atau orangtuanya sendiri,” tegasnya.
 

Muh. Irsyad diberhentikan dari sekolah lantaran melakukan pelanggaran berat, tidak mengikuti ujian semester V untuk semua mata pelajaran, pihak sekolah telah berulangkali memberikan kesempatan ujian susulan namun tidak di indahkan.

  

Untuk Proses tindaklanjut, Ombudsman menyarankan Dinas Pendidikan (Disdik) Mamuju Tengah segera melakukan mediasi, mempertemukan orang tua/wali siswa dan pihak sekolah. Selaku Lembaga Negara Pengawas Layanan Publik, Ombudsman tidak memaksakan anak tersebut kembali ke sekolah awal (SMPN 3 Tobadak), intinya ada solusi yang berkeadilan agar siswa tersebut tidak putus sekolah dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. ||Yudi (Smbr: Humas Ombudsman Sulbar)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com