,
21 April 2015 | dibaca: 802 pembaca
Semiloka Nasional, Genjot Mahasiswa Ciptakan Inovasi

acara Semiloka Nasional

skornews.com, Bekasi Kota

Untuk meningkatkan kualitas tugas akhir Mahasiswa, sebanyak 74 dosen mata kuliah Metodologi Penelitian serta dosen pembimbing tugas akhir mahasiswa, yang berasal dari 38 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mengikuti Semiloka Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) 2015, Selasa (21/4)

 

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Insani, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipercaya menjadi tuan rumah Semiloka oleh Aptikom, karena dianggap sudah banyak melahirkan produk perangkat lunak yang berasal dari tugas akhir mahasiswa.

 

Sementara itu untuk mengisi materi yang di bahasa pada kegiatan yang berlangsung selama 7 jam ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang berasal dari Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Asosiasi Perangkat Lunak Indonesia, Direktorat Telekomunikasi Khusus Pemerintah, serta dari Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom).

 

Ketua Panitia Semiloka, Indra Muis mengatakan, kegiatan ini dirancang dalam upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan seputar tugas akhir mahasiswa. Selama ini kata dia, tugas akhir mahasiswa yang mengeluarkan banyak biaya dan waktu, hanya jadi penghias rak buku.

 

"Di Semiloka ini kita berbagi strategi dengan peserta, agar tugas akhir bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih," ujarnya di sela-sela Semiloka tersebut.

 

Lanjutnya, manfaat kegiatan ini dibagi dalam dua dimensi. Yakni secara dimensi bisnis maupun sosial atau untuk masyarakat. Tugas akhir mahasiswa yang kebanyakan berupa produk perangkat lunak atau software, juga bisa menjadi inkubator bisnis, atau menjadikan mahasiswa sebagai teknopreunership bila lulus nantinya.

 

"Seminar ini bisa dijadikan inspirasi para dosen, bagaimana mengarahkan tugas akhir mahasiswa agar memiliki manfaat baik bagi diri mahasiswa itu sendiri, ataupun bagi masyarakat," kata Indra.

 

Semiloka ini sengaja menghadirkan sejumlah pihak yang terkait. Seperti Kemenkominfo, badan pemerintah yang berkaitan dengan produk perangkat lunak yang akan dihasilkan mahasiswa. "Kita undang dia (Kemenkominfo) supaya bisa sharing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Perspektif pemerintah, perangkat lunak apa yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

 

Kemudian, ada Asosiasi Perangkat Lunak Indonesia (Aspiluki), yang merupakan perhimpunan para programmer. Mereka, dinilai mengetahui perangkat lunak yang bisa menjawab kebutuhan pasar. "Seperti kebutuhan dunia usaha ataupun industri," katanya.

 

Sementara Kemenristek DIKTI (Pendidikan Tinggi), dihadirkan untuk menjawab permasalahan terkait dana yang dibutuhkan untuk sebuah proyek penelitian. "Nanti Kemenristek yang akan mencarikan solusi, terkait masalah dana," katanya.

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) tambah Indra, juga tengah merancang bagaimana cara, agar produk perangkat lunak yang dihasilkan mahasiswa bisa memiliki hak paten. "Permasalahan hak paten, baru akan kita bahas di semiloka selanjutnya," ucap Indra. (Alfi)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com