,
24 September 2018 | dibaca: 157 pembaca
Resmikan IPP Biomassa, Menteri PPN: PLTBM Produksi Listrik 15 MW

Pontianak-Kalbar, skornews.com

 

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro resmikan pembangkit tenaga listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan berkapasitas 15 MW di Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, (24/9).

 

Peresmian PLTBm pertama di Kalimantan Barat ini disaksikan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Mempawah Gusti Ramlana.

 

 

PLTBm Siantan menggunakan bahan bakar dari energi baru terbarukan seperti cangkang kelapa sawit dan kayu, sekam padi,  tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu dan limbah pertanian lainnya.

 

“Kami berharap peresmian PLTBm dapat mendukung PLN dalam memperbaiki bauran energi atau energy mix dan ketergantungan terhadap fossil fuel,” kata Menteri Bambang.

 

Listrik yang dihasilkan PLTBm Siantan nantinya akan disalurkan melalui jaringan 20 kV milik PLN sepanjang 5,6 kilometer sirkuit (kms) dari titik interkoneksi Gardu Induk (GI) Siantan ke Sistem Khatulistiwa.

 

 

Saat ini, Sistem Khatulistiwa melayani pelanggan PLN di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Pemangkat, Sambas dan Bengkayang, dengan daya mampu rata-rata 341 MW dan beban puncak rata-rata mencapai 294 MW.  

 

PT Energi Infranusantara (EI), perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan sekaligus anak perusahaan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), membangun PLTBm Siantan untuk memperkuat pasokan listrik daerah sekaligus berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur pembangkit listrik energi baru terbarukan.

 

 

“Sebagai investor dan operator infrastruktur swasta lokal yang mengoperasikan beberapa bidang usaha yakni jalan tol, air minum, energi dan pelabuhan. PT Nusantara Infrastructure fokus pada pengembangan infrastruktur yang sejalan dengan visi pemerintah untuk mendukung percepatan pembangunan dengan menerapkan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA),” terang GM Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure tbk, Deden Rochmawaty.

 

Jenis sumber energi yang dapat secara kompetitif mengalirkan listrik secara kontinyu adalah hidro, panas bumi dan bio-energi, termasuk biogas dan biomassa.

 

Perusahaan IPP untuk PLTBm Siantan adalah PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL), anak perusahaan dari PT EI yang Beroperasi seiring penetapan Commercial Operating Date (COD) pada 23 April 2018, RPSL memiliki kapasitas kontrak dengan PLN sebesar 10 MW atau sebesar 70 juta kilo watt hour (kWh) per tahun.  

 

Pada 16 Agustus 2018, PT EI telah mengakuisisi kepemilikan 80 persen saham PT RPSL, “Di Kalimantan, potensi sumber energi terbarukan terutama biomassa sangat besar, berbanding lurus dengan luasnya lahan perkebunan sawit.

 

 

"Pemanfaatan cangkang sawit dapat digunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik yang ramah lingkungan dengan harga yang murah dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT RPSL, Alverno Soenardji.

 

Dalam hal peningkatan kapasitas energi terbarukan di Indonesia, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas adalah membentuk Tim PINA yang bertugas memfasilitasi kontribusi pihak swasta dan dana jangka panjang milik publik untuk masuk ke dalam sektor energi terbarukan.

 

 

Salah satu tantangan dalam pembiayaan sektor energi terbarukan adalah konsep yang relatif baru bagi investor finansial maupun investor strategis sehingga  diperlukan penyajian skema investasi yang detail dengan tingkat risiko yang terukur. ||Awi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com