,
18 Januari 2016 | dibaca: 1276 pembaca
PT SHS Selewengkan Ratusan Miliar Dana PKBL

Kantor Pusat PT Sang Hyang Seri, Jakarta Selatan

JAKARTA, Skornews.com

PT Sang Hyang Seri (PT SHS) diduga menyelewengkan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Ratusan miliar dana yang bersumber dari sejumlah BUMN Mitra digunakan untuk biaya operasional perusahaan, padahal dana itu seharusnya disalurkan ke petani.

 

Akibat ulah manajemen perusahaan plat merah itu mengakibatkan dana PKBL yang mestinya bisa membantu para petani menjadi tidak bermanfaat dalam upaya peningkatan produksi pangan.

 

Ironisnya, dana PKBL yang berstatus pinjaman belum dikembalikan kepada BUMN Mitra hingga jatuh tempo.

 

Dari informasi yang diterima Skornews, PT SHS mengelola dana Rp. 400 miliar lebih yang berasal dari 23 BUMN Pembina untuk disalurkan kepada kelompok tani, namun pada realisasinya Rp.190 miliar lebih tidak disalurkan ke petani tetapi justru digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan.

 

Penggunaan dana PKBL untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan itu merupakan bentuk penyelewengan dana yang dilakukan PT SHS karena tidak sesuai peruntukannya. 

 

“Ini menunjukkan buruknya tata kelola keuangan BUMN Sang Hyang Seri” Tegas Aktifis LSM Lembaga Informant Korupsi (LIK), Awi saat bertandang ke Redaksi beberapa waktu lalu.

 

Ia mendesak pihak Kementerian BUMN untuk melakukan evaluasi terhadap BUMN yang bergerak pada bidang pertanian itu.

 

“Ini harus menjadi perhatian Menteri BUMN, karena mestinya BUMN itu kan memberikan kontribusi kepada Negara, bukan malah menjadi beban” tandasnya.

 

Dana PKBL itu adalah pembiayaan terkait program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang digagas pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono.

 

Saat itu, untuk mengatasi krisis pangan, pemerintah membuat satu langkah strategis melalui Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K).

 

Salah satu sumber pembiayaan gerakan itu dari dana PKBL. Beberapa BUMN khususnya yang bergerak di bidang pangan, diminta untuk secara langsung berkontribusi pada program ketahanan pangan melalui Pola kerja sama bayar panen.

 

Seluruh kebutuhan sarana produksi petani dibantu dalam bentuk pinjaman natura dan innatura, selanjutnya dikembalikan atau dibayar petani setelah panen.

 

Pada program itu, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menugaskan PT Sang Hyang Seri (PT SHS) Persero sebagai salah satu operator yang menyalurkan dana PKBL dari sejumlah BUMN mitra kepada kelompok tani.

 

Dikonfirmasi terkait dugaan penyelewengan dana PKBL itu, pihak PT Sang Hyang Seri belum memberikan tanggapannya.

 

Staf Humas PT Sang Hyang Seri, Zulham mengatakan ada divisi khusus yang menangani Dana Program kemitraan dan Bina Lingkungan, namun pejabatnya sudah pensiun dan belum ada penggantinya.

 

“Ada Divisi PKBL tapi kepala divisinya sudah pensiun. Secepatnya akan kami berikan tanggapan” Kilahnya beberapa waktu lalu. ARM  

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com