,
14 Januari 2015 | dibaca: 1554 pembaca
Proyek PPI Bontoa Ditengarai Untuk Pelabuhan Semen

Pelabuhan Bonto Bahari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan

Skornews.com, Maros-Sulsel.

Proyek pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Bonto Bahari Kecamatan Bontoa ditengarai hanya tipu-tipu sesat Pemerintah Kabupaten Maros. Pasalnya bentuk dan konstruksi bangunan fisiknya tidak seperti umumnya pelabuhan ikan yang lain. Diduga pembangunan pelabuhan itu terkait dengan rencana pabrik semen asal cina yang akan beroperasi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

 

Hal itu diungkapkan Ketua Tim 5 Pengurus Besar Himpunan Pemuda Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Maros Raya, Rauf Mappatunru kepada Skor saat ditemui di Buana Cafe Maros, selasa (13/1) lalu.

 

Rauf mendasarkan kecurigaannya karena proyek tersebut tidak disertai papan proyek dan terkesan ditutup-tutupi dokumen Perizinan, AMDAL, RAB dan peta gambar pembangunannya, padahal lanjut rauf hak masyarakat untuk mengakses sejumlah informasi dan data terkait proyek tersebut karena sudah di atur dalam UU KIP No. 14 Tahun 2008.

 

“Proyek tersebut bukanlah pelabuhan ikan tetapi lebih cocok sebagai pelabuhan semen” tegasnya.

 

Rauf menduga proyek pelabuhan ikan itu adalah mega proyek siluman yang melibatkan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Maros. Dugaan itu dikuatkan adanya operasi senyap yang dilakukan Bupati Maros, Hatta Rahman yang diam-diam merestui PT. Conch Maros South Sulawesi Mine (Perusahaan Semen) asal Cina dengan menerbitkan WIUP (Wilayah Izin Usaha Pertambangan) seluas 512 Hektar dan Surat Rekomendasi kepada Menteri ESDM Jero Wacik kala itu tanpa melakukan ekspos terlebih dahulu ke Masyarakat Maros.

 

Padahal ekspose itu lanjut Rauf adalah perintah Undang Undang Pertambangan No. 9 Tahun 2009. Olehnya itu jelas terbitnya IUP (Izin Usaha Pertambangan) Semen Cina dari Kementerian ESDM dan Proyek Pelabuhan di Bontoa memiliki koneksi yang sarat gratifikasi, prosedural yang cacat dan tidak transparannya dokumen pengerjaan pelabuhan tersebut adalah pintu masuk bagi para penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

 

“KPK harus memproses kasus ini” Tandas Rauf.

 

Kepala Desa Bonto Bahari, H. Ali yang dikonfirmasi terkait proyek PPI tersebut mengatakan bahwa desanya kelak akan menjadi kota besar dan lahan-lahan pertanian di sini akan di jual untuk bangunan-bangunan besar.

 

Pernyatan Kepala Desa Bahari itu semakin menguatkan bahwa memang bukan PPI yang dibangun melainkan pelabuhan semen, “ini adalah kasus besar yang mungkin saja melibatkan Mantan Menteri Jero Wacik, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Maros Hatta Rahman serta kroni-kroninya” pungkasnya. Aziz

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com