,
06 Oktober 2015 | dibaca: 686 pembaca
Proyek Bencana BPBD Diduga Bermasalah

Ketua Komisi A DPRD Bitung, Victor Tatanude SH.

SKORnews.com, Bitung

PROYEK penanggulangan bencana yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 diduga bermasalah dan tidak sesuai dengan peruntukannya.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Bitung, Victor Tatanude SH yang melakukan kunjungan ke lokasi 12 titik proyek bencana berbanderol Rp 932 miliar di Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Senin (05/10/2015) bersama sejumlah anggota Komisi A dan C.

Di lokasi proyek tersebut ditemukan banyak kenjanggalan, termasuk titik lokasi yang tidak sesuai peruntukan awal serta proyek dinilai asal jadi dan tidak sesuai bestek. Proyek yang setiap titiknya bernilai Rp 80 juta ini dianggap menyalahi aturan dan tidak sesuai perencanaan awal.

Salah seorang warga Batulubang, Maria Manabung (40) yang meminta pihak DPRD untuk melaksanakan rapat dengar pendapat dengan pihak terkait mengatakan, salah satu titik dari 12 titik yang ada seharusnya di belakang rumah miliknya, namun hingga kini belum dikerjakan oleh pihak kontraktor,  justru dipindahkan ke lokasi lain yang tidak termasuk dalam 12 titik yang ada.

"Silahkan bapak lihat sendiri, pihak kontraktor hanya menggali tapi tidak pernah dikerjakan pembuatan talud tersebut. Justru kami dijanji akan mendapat giliran di proyek berikutnya," tutur Manabung.

Manabung juga menyesali, kenapa dilakukan penggalian jika memang tidak akan dilaksanakan pekerjaan proyek tersebut, sebab jika terjadi musim hujan maka kemungkinan besar longsor akan menimpa tempat tinggalnya. Padahal dari awal lokasi tempat tinggalnya adalah salah satu titik yang menjadi bagian proyek tersebut.

Sedangkan Victor Tatanude yang diwawancarai beberapa awak media yang ikut bersama rombongan anggota DPRD tersebut, mengecam keras apa yang dilakukan oleh pihak kontraktor dan instansi yang berwenang menjalankan proyek yang dinilainya sarat penyimpangan itu.

"Ini sangat memiriskan, di saat rakyat diperhadapkan dengan ancaman bencana yang sebenarnya bisa diantisipasi dengan adanya bantuan pemerintah pusat melalui dana bantuan bencana, ini justru bisa menimbulkan bencana baru buat warga masyarakat," jelas Tatanude.

Sampai berita ini dipublish, belum ada tanggapan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bitung yang menjadi penanggungjawab anggaran bantuan bencana bernilai Rp 2,7 miliar yang total keseluruhannya dan saat ini sudah dianggarkan untuk 21 titik rawan bencana di dua Kecamatan, selain Kecamatan Lembeh Selatan juga Kecamatan Maesa. Sementara pihak kontraktor CV.RR Cahaya Berkat belum bissa ditemui untuk dimintai tanggapan terkait persoalan ini. @ Arham Licin/S10

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com