,
09 Juni 2014 | dibaca: 1955 pembaca
Project KPU/USO BP3TI Kemkominfo
Rekanan manipulasi laporan pekerjaan

PLIK/MPLIK contoh paket pekerjaan yang dimanipulasi

SKORnews.com, Jakarta

Pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan konsultansi serta sosialisasi pengadaan PLIK/MPLIK periode tahun 2010-2013 wilayah Bangka Belitung, Maluku Utara dan Sulawesi Utara serta pengintegrasian SIMMLIK ”AMBURADUL  ACAKADUL” (berantakan, red).

 

Pelaksana pekerjaan, PT AL, PT WIN, PT AJN, PT TI, PT SIMS dan sejumlah perusahaan Konsultan serta Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium yang diduga hanya sebagai “MODUS” untuk tukar menukar dan memanipulasi laporan perkembangan pekerjaan.

 

Sejumlah “catatan hitam” pemberi dan pelaksana pekerjaan serta kegiatan konsultansi dan sosialisasi jasa PLIK dan MPLIK KPU/USO BP3TI, adalah :

 

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pekerjaan penyediaan jasa PLIK MPLIK  tidak berdasarkan data dan informasi yang akurat.

 

Proses lelang menentukan pelaksana pekerjaan PLIK MPLIK  melanggar Kepres No. 80 tahun 2003 dan Perpres No. 54 tahun 2010 yang menutup kesempatan kepada penyedia sjasa lain untuk ikut berkompetisi.

 

Dana subsidi operasional PLIK dan MPLIK “digarong” sehingga biaya internet PLIK melebihi ketentuan maksimal Rp 2000/jam.

 

“MANIPULASI” berita acara kemajuan pekerjaan dan “KONSPIRASI BERJAMAAH” pencairan Pembayaran kepada penyedia jasa.

 

Ketau Umum LSM Lembaga Informant Korupsi (LIK), Maskur Husain, SH. Saat dimintai tanggapannya terkait potensi kerugian Negara hingga ratusan Miliar Rupiah yang bersumber dari dana PNBP pelakasanaan jasa telekomunikasi KPU/USO pada proyek pengadaan PLIK MPLIK BP3TI, kementerian KOMINFO.

 

LIK akan segera melakukan investigasi dan mengumpulkan data dan bukti terjadinya manipulasi kegiatan PLIK/MPLIK dan kemudian melaporkan dan mengawal proses hukumnya ke ranah hukum, “kita tidak boleh membiarkan keuangan Negara digerogoti oleh para penjajah kemakmuran itu” kata maskur Husain dengan tegas. Ditambahkan “jika mencermati beberapa edisi terbita SKOR, kami menduga ada kelompok-kelompok tertentu yang mengendalikan kegiatan tersebut sehingga mulai dari proses pelelangan hingga pembayaran pekerjaan telah diatur dan dimanipulasi sedemikian rupa” pungkas Ketum LIK saat audiensi di kantor redaksi Tabloid SKOR, Cawang Jakarta timur (10/5).

 

Bahwa kami juga akan mendesak pihak terkait untuk menarik kembali dana yang telah dibayarkan pemerintah melalui BP3TI kepada pelaksana pekerjaan jika terbukti  hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan laporan atau berita acara pekerjaan yang telah diserahkan rekanan/pelaksana pekerjaan kepada BP3TI dan memberikan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan. Kata maskur kepada SKOR. [rd.01-S ]

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com