,
26 Agustus 2015 | dibaca: 1112 pembaca
Problematika Keberadaan Dan Pembangunan PPI

PPI Maros dan Dampaknya terhadap Petani Tambak

MAROS, skornews.com

 

Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Bonto Bahari, Kab. Maros, Prov.  Salawesi Selatan ditengarai banyak masalah dalam proses pembangunannya.

 

“Saya menduga jika pelabuhan itu bukan pelabuhan ikan melainkan pelabuhan semen,“ tutur Anggota DPRD Kab. Maros, H. Amin.

 

“Kami juga kecewa karena pihak pemerintah tidak pernah menyampaikan ke DPRD terkait keberadaan pelabuhan ikan itu.

 

“Rencana pembangunan PPI tidak melibatkan kami (warga, red) padahal kami memiliki empang (tambak) sebagai satu satunya mata pencaharian,” terang tokoh masyarakat, H. Samugu saat ditemui skor di kediamannya, (23/08/15).

 

“Akibat pembangunan pelabuhan itu, telah 4 Tahun tambak tidak digarap karena saluran sungai dipersempit untuk pembangunan jalan menuju pelabuhan,” keluh H. Samugu.

 

Hal senada diungkapkan H. Tuo (Petani tambak) yang juga merasa dirugikan akibat pembangunan pelabuhan itu, “sejak adanya pelabuhan itu sampai pada tahap proses penyelesaian, kami selalu berupaya meminta kepala desa agar dilakukan rapat bersama tokoh masyarakat dan pemuda untuk membicarakan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari proyek tersebut,” ungkapnya.

 

“Saat ini sangat sulit mengairi empang akibat saluran air menyempit dan mengalami pendangkalan sehingga air laut tidak bisa masuk,” kata H. Tuo.

 

“Kami minta kepedulian Pemerintah dan DPRD agar turun melihat kondisi ekosistem dan saluran air yang dirusak agar ada solusi dan bagi ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi), Abd Aziz agar memanggil Kades Bonto Bahari dan diajari bagaimana cara memimpin masyarakat yang baik bukan melimpahkan kesalahan ke warganya sendiri,” kesalnya.

 

Kepala Desa Bonto Bahari, H. Ali saat dikonfirmasi di kediamannya mengatakan, “saya tidak mau memberi jawaban terkait PPI karena itu bukan tanggungjawab saya tapi wewenang Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan bersama pelaksana proyek,” katanya berkelit.

 

Sementara itu, Kepala Dusun Sabanga, H. Nusu' mengaku tidak mau tau dampak lingkungan yang ditimbulkan, “yang jelas saya sudah diuntungkan dengan kehadiran pelabuhan itu,” katanya.

 

Menanggapi hal itu aktivis LIRA, Amri mengatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) oleh Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Maros yang anggarannya sekitar Rp 25 Miliar dari APBN Tahun 2013 dan 2014. Sesuai data LPSE Maros bahwa terdapat Empat pelaksana dalam proyek PPI yaitu PT CISCO SINAR JAYA, PT GENTA PRIMA PERTIWI,  PT IKRAM TIGA BERLIAN dan PT SINAR JAYA ABADI ACC.

 

Amri menuturkan kepada skornews bahwa proyek yang menelan anggaran cukup besar ini, hingga kini belum juga rampung. Ditengarai, terdapat markup anggaran, hal itu dapat dilihat dari realisasi anggaran dibandingkan progres pekerjaan.

 

Banyaknya masalah yang timbul dari proyek tersebut tidak lepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak Legislatif khususnya anggota DPRD Dapil 2 (bontoa & lau).

 

"Kami sedang melakukan investigasi pelaksanaan proyek tersebut dan akan terus melakukan pengawasan," tegas Amri. //Abustan, Aziz

 

 

Bersambung !!!

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com