,
22 Juli 2016 | dibaca: 1077 pembaca
Pokemon-Go, Alibaba dan Teroris

Andi Muhammad Sadli

Judul di atas dapat dibaca dengan sederhana yaitu “evolusi teknologi”.  Kontekstualisasinya dimulai dengan survei.

 

Untuk tahu popularitas dan elektabilitas seseorang dalam kontestasi politik, tidak harus menggunakan survei berbasis sampling-populasi dengan metode statistik tertentu. Selain berbiaya mahal, juga lama, old-school. Rilis SMRC, 21 Juli 2016,  yang menyebutkan keunggulan Ahok dengan elektabilitas di atas 30% dan yang lain di bawah 10%, jauh hari sudah diiterasi dengan social media Intelligence System.

 

Survei memang akurat tapi tidak secepat pergerakan sosial media, yang dengan propaganda-spin-doctors-nya,  dapat memutarbalikkan fakta dan persepsi. Seseorang mungkin unggul secara statistik, tapi bisa keok seketika dengan propaganda sosial media. Percaya atau tidak, lihatlah postur perjalanan Jokowi dan Ahok. Survei memang menguatkan fakta-fakta keduanya, tapi tidak membentuk fenomena dan fakta.

 

Begitu juga dengan Richard Nixon,  calon wapres Truman tahun 1952 di Amerika, dicitrakan negatif, tidak unggul secara statistik. Citra Nixon melambung hanya dengan propaganda media yang menampilkan Truman dengan keluarga dan anjing kesayangannya.

 

Media membentuk persepsi publik dan survei hanya dapat mengukur fakta-fakta yang dibentuk media, tapi tidak dapat melakukan lebih dari itu, karena kecepatan persepsi terbentuk seketika. Lalu, apa yang dapat mengukur itu dengan kecepatan pengukuran seketika pula?

 

Lembaga survei di Indonesia, tentu tak bisa memprediksi kemenangan Hillary Clinton atas lawannya di New-Himpshires tempo hari. Bagaimana dengan Social Media Intelligence (SOCMINT) yang dikembangkan Global Mandiri Engineering dengan evello-nya. Postscript evello membuktikan itu hanya dalam hitungan menit. 

 

Jangan Anggap Remeh-Temeh

 

Siapa yang tak kenal Jack-Ma, pionir Alibaba Group. Pria culun asal Tiongkok, yang mengakusisi yahoo karena nyaris bangkrut. Jack-Ma harus menunggu dengan kesabaran hingga 16 tahun kemudian, yang menjadikannya orang kaya kedua di Tiongkok dan 1 dari 30 orang paling berpengaruh di dunia saat ini, menggeser posisi si cantik kaya, Elizabeth Holmes, pemilik teknologi Theranos.

 

Jack-Ma, hanya menyakini internet di tahun 1994, yang ia sebut sebagai bayi ajaib. Nekad ke Silicon Valley dan tertatih-tatih menjadi guide turis untuk hanya belajar bahasa Inggris, dan membuktikan internet akan merubah wajah dunia kelak.

 

Metamorfosis Jack-Ma,  mengancam eksistensi Amazon, Paypall, dan transaksi bisnis domestik internasional yang konvensional.

 

Di Indonesia, banyak orang meng-carbon-copy ide Jack-Ma, yang umum disebut dengan start-up dan e-commerce. Anak kandungnya adalah elevenia, berrybenca, go-jek, grab, uber, tokopedia, bukalapak. Bisnis konvensional bertumbangan. Fenomena ini, oleh Rhenald  Kasali, disebut dengan sudden-shift. 

 

Contoh lain, siapa sangka pokemon-go  berbasis GPS dapat menggerakkan gamers tanpa sadar. Geospasial yang tumbuh dengan peta dasar dan tematik bahkan dengan skala 1:50.000 itu, ditunggangi. Diam-diam, National Geospatial Intelligence Agency (NGA) milik USA, sesungguhnya, tahu persis apa yang akan terjadi di Iraq and Afghanistan melalui “activity-based intelligence”-nya.

 

Diam-diam pula, U.S. Intelligence Community mengembangkan “prediction market”. Untuk apa? Rupanya, intelligence itu, mendeteksi apa yang mungkin dan tidak mungkin terjadi dikemudian hari. Bahkan, menjawab pertanyaan, kapan Kim Jong-Un menginisiasi kembali nuklir Korea Utara dan memprovokasi keseimbangan politik-ekonomi melalui jalur, Korea Pennynsula.

 

(https://www.fhs.se/documents/Externwebben/forskning/centrumbildningar/CATS/publikationer/Social%20Media%20and%20Intelligence.pdf)

 

Generasi Dua Evello

 

Dulu, 1 dari 2 pengguna smartphone mengakses internet menggunakan sosial media.  Genarasi satu Inteligence Sysyem yang dikembangkan evello hanya menawarkan open data terbatas. Saat ini pengkinian evello mencakup open data dashboard dan juga di-highlights secara statistik. Generasi dua Intelligence System di dunia ini dikembangkan Talkwalker di Eropa dan Crimson Hexagon di Amerika. Di Indonesia ada Evello.

 

Talkwalker misalnya, dengan cepat dan akurat memprediksi Brexit dan  EU referendum melalui social media dan online. Data diupdated setiap 15 menit secara detil dengan sajian grafik yang menarik.

 

Kini, teknologi semakin mutakhir, bahkan kosakata inovasi tak bisa mewakili perkembangan teknologi. Inovasi hari ini, lusa sudah basi. Kini pula,  evello berevolusi dengan generasi kedua dengan basis penelusuran teks tanpa batas, penelusuran katanya hingga miliaran frasa berkorelasi indeks di search engine - google.

 

Evello mengajukan  proposisi tentang determinasi Social Media Intelligence, yang semula hanya menaikkan suatu brand tertentu, berkembang dengan multi-tujuan bahkan untuk kepentingan keamanan nasional, politik, memburu teroris dan melumpuhkan lawan. Mengapa?

 

Jika user, siapapun itu, terkoneksi internet, perlu hati-hati, sebab cyber attack mungkin terjadi. Mudah bagi Intelligence System untuk  melacak, pun menemukenali pergerakan di  social media.

 

Lebih dari itu, dengan keberartian dan kecanggihan geolocate  intelligence, deteksi lokasi teroris seperti di Afganistan atau barangkali di Tinombala dapat dilakukan dengan akurasi tinggi. Cara ini, tentu lebih efisien, murah dan tidak perlu menggiring pasukan, untuk mengejar target teroris. Cukup dengan, mungkin drone dan geolocate  intelligence . 

 

Semula, open source center-open source work, demikian itu, seperti Google earth and wikimapia diprediksi dapat membaca titik dan melumpuhkan target. IntelShare, Intellipedia, Bookmarks, Connexions, Intellipedia, IC Wiktionary, Repositories, ivideo, search engine, social networking, interlink blogs, egov-email, Interpin, eChirp, micro blog, inteldocs adalah crowdsourcing yang diabstraksi dari komunikasi peer-to-peer dan interaksi group dengan jumlah kosakata miliaran teks menghasilkan prediksi tepat, dengan, misalnya kemenangan Hillary Clinton itu, Brexit dan fenomena Jokowi-Ahok sebelum menjadi apa-apa.

 

Masih mau gunakan lembaga survei?

 

Penulis : Andi Muhammad Sadli

Pionir, sekaligus Senior Research-Evello System

Anggota System Dynamis Society

 

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com