,
16 Agustus 2015 | dibaca: 984 pembaca
PLN Maros BUTA TULI

ilustrasi

MAROS, skornews.com


Pelayanan PLN Maros diduga tidak sesuai standar nasional dan terkesan tidak perduli keluhan pelanggan “Buta Tuli”.


Pernyataan itu dilontarkan Wakil Bupati LIRA Maros, Amri yang ditemui skornews di Buana cafe usai mendatangikantor  PLN mengatakan, “PLN tidak becus dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan,” katanya tegas.


Warga Dusun Tanah Takko, Desa Alatengae Kecamatan Bantimurung Maros selama Tujuh Tahun terakhir mengeluhkan kondisi aliran listrik yang tidak sesuai dengan daya yang sebenarnya sehingga lampu menyala redup bahkan banyak barang elektronik yang rusak. Ironisnya, pihak PLN terkesan tidak perduli.


Seorang warga saat ditemui skornews menuturkan, sejak aliran listrik masuk Tahun 1991 silam, dayanya normal dan tidak ada gangguan sama sekali namun pada Tahun 2008, kondisinya mulai tidak stabil. Warga sudah berapa kali menyampaikan hal itu ke pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Maros, baik secara lisan maupun tertulis, namun tidak direspon.


“Sudah sering kami melapor tapi tidak pernah digubris padahal warga yang menjadi pelanggan PLN selalu membayar sesuai harga yang berlaku bahkan tagihan yang kami bayar sama dengan tagihan pelanggan yang normal dayanya,” kesal Haji Daud. (14/8)


Di Tahun 2008 silam, kondisi ini masih dimaklumi warga karena lampu masih lumayan terang dan alat elektronik masih bisa digunakan namun Satu bulan terakhir ini kondisinya sangat parah.


“Sekarang ini, siang hari pun lampu sudah tidak normal. Puluhan alat elektronik yang rusak karena tegangan listrik tidak stabil. saat malam cahaya lampu sudah sama dengan cahaya lilin,” ungkapnya.


Menanggapi hal itu, Supervisor Teknik PLN Maros, Ernes mengatakan pihaknya memang sudah pernah menerima laporan terkait kondisi daya listrik di dusun tersebut. Ia tidak membantah jika daya aliran listrik kewilayah tersebut memang sangat rendah, lantaran jarak travonya jauh dan sudah tidak ada lagi aliran listrik setelahnya.


“Normalnya daya listrik itu memang 220 volt tapi disana hanya 150 volt karena disana jarak travonya sangat jauh dan menjadi lokasi terakhir adanya sambungan listrik,” paparnya.


Ia mengaku, saat ini pihaknya terkendala dengan tiang listrik yang tidak menjangkau kesana karena untuk pengadaan tiang dan penambahan daya travo harus melalui mekanisme yang panjang dan tidak bisa diputuskan oleh PLN Maros saja, melainkan tugas PLN Makassar juga.


“Kami sudah merencanakan penambahan daya tapi memang kendalanya adalah perencanaan yang harus melibatkan banyak pihak, jadi bukan hanya tanggung jawab PLN Maros saja,” katanya berkilah. AA.048


Bersambung !!

Nantikan hasil wawancara khusus skornews dengan PLN Pusat !

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com