,
16 November 2015 | dibaca: 879 pembaca
Petani Kesulitan Air Akibat Monopoli Perusahaan Tambang
Dialog Publik Gerbang Tani Maros

MAROS, Skornews.com

Kabupaten Maros memiliki dua sumber mata air yakni Bantimurung dan Lekopancing. Kedua sumber mata air itu seharusnya menjadi modal utama untuk menjadikan Kabupaten Maros sebagai lumbung padi terbesar di Sulawesi Selatan. Namun kenyataanya kehidupan petani sangat memprihatinkan. Mereka bahkan kesulitan memanfaatkan air dari kedua sumber itu.

 

Lahan Para Petani kering. Kondisi itu diduga karena air yang seharusnya melimpah, justru dinikmati dan dimanfaatkan oleh para pengusaha tambang yang banyak beroperasi di Kabupaten Maros.

 

Hal itu terungkap pada Dialog publik yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Kebangkitan Petani Indonesia (Gerbang Tani) Kabupaten Maros, di Warkop 89 Pettarani, Kabupaten Maros, Minggu, (15/11).

 

Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Sulawesi Selatan, Al-Mujahid Akmal dalam dialog itu mengatakan Kabupaten Maros merupakan kabupaten yang memiliki kantong air terbesar di Sulawesi Selatan karena batuan karst yang dimiliki yang memanjang sampai ke Kabupaten Pangkep dan dibawahnya mengalir air yang sangat banyak.

 

“Tapi sangat ironi petani tak mampu memaksimalkan air tersebut untuk mengairi persawahannya”ujar Mujahid.

 

Bukan hanya itu, menurut Mujahid masyarakat yang tinggal di Kecamatan Bontoa sejak bangsa ini merdeka sampai sekarang mereka tidak pernah menikmati air bantimurung untuk mandi dan minum.

 

“Masyarakat bontoa sangat memprihatinkan mereka hanya menggantungkan nasibnya pada air hujan setelah itu mereka harus beli air dari tangki penjual air, kalau orang luar berebut uang. Di bontoa memperebutkan air demi mempertahankan hidup” tutur Mujahid.

 

Hal Senada diungkapkan Bupati Lsm LIRA Maros, Abrar Rahman, lahan di Kabupaten Maros saat ini sedang bermetamorfosa dari lahan pertanian yang hijau berubah menjadi lahan kering dan tandus akibat perusahaan tambang marmer dan semen yang memepersempit sungai cekungan di bawah batuan karst.

 

Menurut Abrar, Kabupaten Maros memiliki sumber air bantimurung dan lekopancing, kedua sumber mata air adalah modal utama untuk menjadikan kabupaten maros sebagai lumbung padi terbesar di Sulawesi Selatan.

“Tapi yang menjadi persoalan apakah sumber air ini sudah tepat sasaran sesuai undang-undang penggunaan air”Tanya Abrar

 

Sementara Ketua Umum PB Hipmi Maros Raya, Abd. Aziz mengungkapkan adanya mafia di dinas pertanian yang selalu memanfaatkan program bantuan pemerintah untuk meminta setoran kepada kelompok tani.

Sesuai dengan data yang kami dapatkan dari beberapa kelompok tani di kabupaten maros yang kami rahasiakan nama kelompoknya, dia mengatakan setiap bantuan yang diberikan oleh dinas pertanian ke kelompoknya selalu dimintai persyaratan khusus sebagai balas budi berupa setoran uang sebesar 5 juta sampai 8 jutarupiah” ungkap Azis.

 

Kebiasaan meminta “upeti” itu, menurut Azis menunjukkan pendzholiman yang dilakukan pemerintah dalam hal ini dinas pertanian yang dilakukan dengan massif dan sistematis.

 

“Kami menaruh dugaan praktik ini dilakukan secara berjama’ah demi mendapatkan uang secara membarter setiap bantuan yang dikeluarkan” Ketusnya.

 

Untuk itu, Azis meminta kepada Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Maros agar melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap dinas tersebut.

 

“Kasus ini gampang sekali ditelusuri lewat bantuan fisik yang ada dan mengkroscek langsung dengan kelompok tani yang ada supaya para penjajah berdasi ini bisa diringkus dan di hukum seberat beratnya demi tercapainya kesejahteraan petani di kabupaten maros”pungkasnya..

 

Dialog publik yang bertema "Peran Strategis Organisasi Petani Untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Bermartabat" itu dihadiri Ketua DPW Gerbang Tani Provinsi Sulawesi Selatan, Al-Mujahid Akmal dan Bupati LSM LIRA Maros, Abrar Rahman sekaligus menjadi pemateri.  Selain itu dihadiri juga sejumlah organisasi kelompok tani (poktan) dan organisasi kepemudaan (OKP)  yang peduli persoalan pertanian yaitu Hipmi Maros raya. AA.048.&Atha

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com