,
28 November 2017 | dibaca: 292 pembaca
Pemerintah Remajakan Sawit Rakyat

Pemerintah remajakan kebun sawit rakyat seluas 9.109,29 ha. di Sumatera Utara

SuMut, skornews.com

 

Presiden Joko Widodo terus berupaya wujudkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memeratakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di seluruh Tanah Air.

 

Upaya tersebut diwujudkan salah satunya dengan meremajakan kebun sawit rakyat seluas 9.109,29 ha. yang mencakup sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Utara. Diantaranya Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang dan Tapanuli Tengah.

 

Jumlah tersebut dinilai Presiden masih kurang mengingat PSR di Sumatra Utara sudah sangat mendesak karena dari total 470.000 hektare sawit perkebunan rakyat, seluas 350.000 hektare perlu diremajakan.

 

“Yang perlu diremajakan 350 ribu hektare gede sekali dan biayanya tidak sedikit tapi harus kita kerjakan kalau tidak kita hanya melihat kelapa sawit yang umur 25-30 tahun tidak produktif, harus diremajakan,” kata Presiden saat meresmikan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, (27/11).

 

Dari 4,6 juta ha. lahan perkebunan kelapa sawit, diperkirakan sekitar 2,4 juta ha berproduksi dibawah 2,5 Ton Crude Palm Oil per hektare/tahun akibat umur tanaman kelapa sawit lebih dari 25 tahun dan atau tidak menggunakan kualitas benih yang baik.

 

Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama pemerintah mendukung berjalannya program PSR guna meningkatkan produktivitas kelapa sawit Tanah Air.

 

“Kita harus kerja keras bagaimana merawat, memelihara dan meremajakan karena banyak kelapa sawit kita yang sudah tua sehingga produktivitasnya menurun, bisa separuhnya dari swasta,” ungkap Presiden.

 

Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk segera menjalankan program PSR agar kelapa sawit Indonesia bisa bersaing dan menjadi unggulan di dunia internasional.

 

“Saya perintahkan Menko Perekonomian, Darmin Nasution untuk diremajakan semuanya yang milik rakyat harus diremajakan kalau tidak, kita bisa disalip negara lain,” tegas Presiden.

 

Selama ini Indonesia dikenal sebagai negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia hingga mendapat julukan emas hijau.

 

“Memang tidak berlebihan saat kelapa sawit disebut emas hijau bagi negara kita sebab negara kita adalah negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia tapi ingat juga, kita harus menjadi yang terdepan dalam pengelolaan. Ini yang kita lemah disini,” kata Presiden.

 

pada kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan bantuan dana peremajaan sawit rakyat, benih sawit unggul bersertifikasi dan benih jagung untuk tumpang sari (tanaman sela).

 

Dalam rangkaian kunjungan kerja kali ini, Kepala Negara juga menyerahkan sejumlah sertifikat tanah untuk rakyat dan melakukan penanaman bibit pohon kelapa sawit.

 

Turut hadir mendampingi Presiden Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi ||yud (sumber:setkab)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com