,
27 Agustus 2017 | dibaca: 1054 pembaca
Pemerintah Apresiasi Inovasi Teknologi Perkebunan Puslitkoka

Jawa Timur, skornews.com

 

Didampingi Direktur Puslitkoka, Dr. Misnawi, Direktur Jenderal perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir. Bambang membuka Festival Kopi Nusantara sekaligus mengunjungi Puslitkoka untuk menyaksikan inovasi-inovasi terbaru perkebunan Kopi dan Kakao, Jumat (25/8/17).

 

 

Pusat penelitian Kopi Dan kakao (Puslitkoka) Jember, Jawa Timur kembali menelorkan inovasi terbarunya untuk mendukung perkembangan teknologi perkebunan Tanah Air. Mesin Bor yang diberi nama “Laborta” itu adalah teknologi untuk membuat lubang buntu (Rorak) yang berfungsi menjebak dan meresapkan air di sekitar tanaman kakao.

 

 

Pada peluncuran Mesin Bor Laborta, Pemerintah melalui Dirjen Perkebunan memberikan apresiasi yang besar kepada Puslitkoka yang telah menciptakan mesin pembuat rorak tersebut. Menurut Bambang, kebun kakao tanpa rorak hanya mampu panen sekali dalam setahun yakni pada bulan April-Juli.

 

 

“Dengan teknologi baru ini, petani kakao akan lebih mudah membuat 4 lubang (rorak) di sekeliling pada setiap pohon Kakao. Dengan begitu, petani dapat menyaksikan kakaonya berbuah sepanjang tahun dengan Dua kali puncak panen,” terang Dirjen Perkebunan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkebunan Prov. Sulawesi tenggara itu.

 

 

Rorak juga sangat merguna saat proses pemupukan karena pupuk langsung terjebak dalam lubang sehingga mudah meresap dan dikonsumsi akar tanaman kakao serta tidak terbawa arus air atau terhalang daun jika pemupukan dilakukan dengan hanya ditebar di permukaan tanah.

 

 

"Alat seperti ini saya impikan sejak 10 Tahun lalu, hanya dalam waktu 30 detik Satu lubang dapat dibuat dan sangat mudah cara penggunaannya," kata Dirjenbun.

 

 

Dirjen Perkebunan melanjutkan, “alat ini jelas sangat membantu petani kakao untuk lebih mudah dan cepat membuat rorak meskipun di lahan yang tanahnya keras dan petaninya sudah tua. Apalagi, pekerjaan membuat rorak tergolong berat,” imbuhnya.

 

 

"10 Tahun lalu, saya mengajak penyuluh agar petani digerakkan membuat rorak, karena membuat empat lubang di sekitar tanaman kakao cukup berat maka disarankan cukup satu lubang/pohon untuk 1 Hektar, setelah itu barulah membuat lubang kedua," kata Dirjen Bambang menceritakan kisahnya. ||drw

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com