,
03 Mei 2019 | dibaca: 83 pembaca
Pemerintah Ajukan Pinjaman Ke ADB Untuk Rekonstruksi Sulteng

Nadi-Fiji, skornews.com

 

Dalam rangka merehabilitasi dan merekonstruksi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca gempa tahun lalu, Pemerintah Indonesia mengajukan pinjaman bantuan darurat Emergency Assistance Loan for Rehabilitation and Reconstruction (EARR) kepada Asian Development Bank (ADB).

 

Pinjaman akan dibagi ke dalam dua proyek yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan dengan total pinjaman senilai USD 297,91 Juta.

 

Pinjaman sebesar USD 188,16 juta diajukan untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sosial dan sumber daya air sementara pinjaman untuk proyek infrastruktur transportasi pelabuhan dan bandar udara bernilai USD 109,75 juta.

 

“Saat ini, proposal sedang dalam proses internal Pemerintah Indonesia dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Semoga dalam waktu dekat ini dapat diusulkan dan dinegosiasikan dengan pihak ADB,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam acara “Bilateral Meeting with Southeast Asian Department (SERD) ADB” di Nadi, Fiji, (1/5/19).

 

Menteri Bambang berharap kemitraan kemakmuran dengan ADB yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini dapat diperdalam dan ditingkatkan untuk mendukung pembangunan inklusif, berkelanjutan dan inovatif Indonesia.

 

“Kami akan mencari pendekatan yang lebih terprogram sesuai dengan sektor inti dan prioritas pemerintah untuk memastikan kemitraan kemakmuran jangka panjang. Pemerintah Indonesia bersama dengan perwakilan ADB di Indonesia sedang berupaya merumuskan Country Partnership Strategy (CPS) 2020-2024 dan Country Operation Business Plan (COBP) 2020-2022. COBP terdiri dari pipeline berbagai proyek dari berbagai sektor yang mencerminkan kebutuhan pemerintah berdasarkan sektor prioritas dalam RPJMN. Pipeline  ini juga akan mengakomodasi kebutuhan pemerintah untuk RPJMN 2020-2024,” terang Bambang.

 

Dalam COBP ini, sektor utama proyek adalah sektor energi (37% dari jumlah total pinjaman), diikuti sektor manajemen publik (20%), sektor finansial (11%), serta sektor pertanian dan sumber daya alam (11%).

 

Sektor lainnya yang juga difokuskan dalam COBP ini adalah sektor air dan layanan perkotaan (7%), sektor pendidikan (6%), sektor transportasi (5%) dan sektor perlindungan sosial (3%).

 

“Jalur pipeline COBP juga terdiri dari campuran sumber modal yang baik dan berimbang (a well balanced mix of modalities). Per periode Tahun 2020-2022, average project loans memiliki porsi sekitar 57% dari total pipeline, policy-based loans sebesar 24% dan result-based loans senilai 18%. Dengan semua potensi kerjasama di masa depan, kami berharap kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan ADB akan membawa hasil yang lebih positif dan kongkrit untuk pembangunan di Indonesia dan membawa dampak yang lebih sejahtera bagi masyarakat Indonesia,” kata Menteri Bambang. ||Yadi (s.Cita)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com