,
22 September 2018 | dibaca: 234 pembaca
Pelaku Usaha Perkebunan Gelar Lokakarya

Medan- Sumut, skornews.com

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh bersama dengan berbagai mitra yang tergabung dalam Coalition for Sustainable Livelihoods mengadakan lokakarya Membangun Koalisi untuk Kehidupan Sejahtera dan Berkelanjutan” di Hotel Grand Ashton, Medan, Sumut (19-20/9/2018).

 

 

Lokakarya diselenggarakan atas keinginan yang kuat secara kolaboratif antara pihak pemerintah, LSM/NGOs dan swasta untuk mencapai tujuan bersama bagi kesejahteraan petani kecil, produksi pertanian yang berkelanjutan dan konservasi di Sumatera Utara dan Aceh.

 

Gambaran kondisi hutan di Indonesia disampaikan Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Herudojo Tjiptono. 

 

Luas hutan di Indonesia adalah 120,7 Juta Ha. atau sekitar 63% dari luas daratan Indonesia sementara terdapat 10,2 Juta penduduk miskin yang berdomisili di sekitar hutan (36,73% dari total penduduk miskin di Indonesia). Akses pengelolaan hutan di zaman dahulu mayoritas oleh pemerintah, kemudian beralih kepada perusahaan swasta dan sekarang mulai memberikan akses legal kepada masyarakat melalui mekanisme perhutanan sosial,” terang Herudojo.

 

 

Gubernur Sumatera Utara dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Binsar Situmorang mengatakan bahwa sektor perkebunan khususnya industri dan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor andalan perekonomian Sumatera Utara dengan nilai ekspor rata-rata US$ 4 M per tahun dalam kurun waktu tahun 2012-2017.  

 

"Salah satu tantangan adalah meningkatkan komitmen dari para pihak yang terlibat untuk melakukan usaha yang berkelanjutan. Untuk itu, inisiatif koalisi seperti ini menjadi jembatan untuk mulai mengatasi tantangan yang ada dan meminimalisir dampak kerusakan lingungan akibat aktivitas perkebunan, kata Binsar.

 

 

Sementara itu, Vice President Conservation International Indonesia, Ketut Sarjana Putra menegaskan bahwa koalisi ini bukan soal satu institusi tapi usaha bersama. Mitra yang sudah siap memulai inisiatif ini antara lain: Conservation International (CI), IDH Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), The Livelihoods Funds, Mars Wrigley Confectionery, PepsiCo, The Forest Trust (TFT), dan United Nations Development Program (UNDP). 

 

"Koalisi ini terbentuk dengan kesamaan tujuan dasar di antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dimana pemerintah ingin menerapkan prinsip pembangunan yang hijau, di lain pihak, swasta berkomitmen menjalankan ekonomi yang berkelanjutan dan masyarakat juga ingin terlibat. Pertemuan ini adalah tahap awal untuk membangun itu dan kami juga menjajaki mitra lain yang memiliki kompetensi dan tertarik untuk memperkuat koalisi, terang Ketut Sarjana Putra.

 

 

Lokakarya diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, sektor swasta, asosiasi masyarakat, LSM, akademisi dan lembaga keuangan. 

 

Reuben Blackie dari perusahaan PepsiCo sebagai salah satu peserta mengungkapkan, bahwa lokakarya ini merupakan kesempatan penting untuk mendengarkan pendapat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah di tingkat nasional, provinsi dan terutama di tingkat lokal. 

 

 

"Selain itu juga belajar dari pengalaman para LSM yang sudah bekerja di wilayah tersebut serta juga mengidentifikasi minat dan prioritas dari berbagai asosiasi petani, tutur Reuben.

 

Meski belum menghasilkan kegiatan yang detail tapi pertemuan ini sudah terbentuk satu pemahaman bersama untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dan lingkungan sehingga dapat peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

 

 

"Harapannya, akan ditindaklanjuti lagi agar ada tindakan nyata dan dukungan yang konkrit dari semua pihak,” kata Kepala Bappeda Madina, Abu Hanifah. ||Awi (siaran Pers CI).

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com