,
11 November 2015 | dibaca: 2062 pembaca
Panitia PLD diduga Korupsi

Peserta Pelatihan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan

MAROS, Skornews.com

Pelatihan Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk Kabupaten Maros baru saja selesai, namun menyisakan kekecewaan sebagian peserta. Panitia dituding korupsi akibat menutup kegiatan lebih cepat dari jadwal semula. Selain itu pelaksana dianggap tidak transparan.

 

Sesuai hasil pengumuman kelulusan yang diterbitkan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa, yaitu 27 orang Pendamping Lokal Desa (PLD) di Maros dinyatakan lulus dan semuanya mendapatkan undangan untuk mendaftar ulang dengan menyetor ijazah asli di Satker PMD Provinsi Sulawesi Selatan, dan kemudian mengikuti pelatihan dari tanggal 6-11 November 2015, di Hotel Grand City Makassar.

 

Namun setelah penutupan pelatihan, tiba-tiba panitia mengumumkan bahwa ada 3 peserta dari maros yang dinyatakan gugur karena berstatus cadangan, salah satunya adalah Moh. Abudhar HI. 

 

Menurut Abud, kesalahan fatal yang telah dilakukan PMD Maros dan PMD Pusat, yaitu tidak transparan dalam pengumuman yang diterbitkan, karena disitu tercantum jelas yang lolos sebanyak 27 orang tanpa ada keterangan bahwa sebanyak tiga orang yang lolos itu adalah cadangan.

 

Lalu, 27 orang itu seluruhnya diundang mengikuti pelatihan, termasuk saya.

 

“Namun diakhir acara, pasca penutupan resmi hari ini, panitia mengumumkan ada tiga peserta dinyatakan tidak lolos, ini tentu sangat tidak adil, kalau kami cadangan kenapa dipengumuman tidak dicantumkan secara jelas bahwa ada cadangan tiga orang, dan tidak usah diundang kami cuma cadangan” Sesal Abud kepada Skornews, Selasa (10/11).

 

Kami sudah ikut pelatihan selama 5 hari dan aktif mengikuti seluruh materi, akan tetapi dinyatakan tidak lulus dengan alasan kami berstatus cadangan” lanjut Abud dengan nada kesal.

 

Abud juga menyayangkan ulah panitia yang menutup acara pelatihan lebih cepat dari jadwal yang diumumkan.

 

“Peserta diberitahu berdasakan surat edaran dan spanduk acara berlangsung tanggal 06-11 November 2015, namun yang terjadi dilapangan acara malah ditutup tanggal 10 November 2015 dan seluruh peserta diharuskan check out sebelum jam 2 siang atau terkena chas hotel”ungkap Abud.

 

Penutupan pelatihan lebih awal itu, lanjut Abud patut dicurigai sebagai akal akalan panitia pelaksana untuk mendapatkan keuntungan yang pada akhirnya merugikan peserta karena kurangnya materi pelatihan yang diperoleh.

 

"Ini ada unsur kesengajaan dan patut untuk dicurigai kenapa jadwal pelatihan dipercapat satu hari dari jadwal yang harusnya berakhir tanggal 11-11-2015, akibatnya materi jadi tidak maksimal”pungkasnya.@Aziz

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com