,
24 Desember 2018 | dibaca: 557 pembaca
PAD Retribusi Kamar Mess Sulbar Rawan diKORUP

Pejabat Pembantu Bendahara Penerimaan merangkap Kolektor Retribusi Mess, Vero

Jakarta, skornews.com

 

Pencatatan tamu yang menginap di Mess Badan Penghubung Prov. Sulawesi Barat di Jakarta tidak menggunakan form dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), tamu penginapan hanya dicatat secara manual di buku besar.

 

Hal itu dikatakan petugas resevsionist, Ika saat ditanyakan kenapa tidak dicatat menggunakan form resmi dari Dispenda.

 

“Iya, selama ini memang dicatat disini (buku besar),” kata ika kepada skornews, (22/12).

 

Tamu Mess (penginap) dicatat manual tidak menggunakan lembaran form Dispenda

 

 

Pejabat Pembantu Bendahara Penerimaan merangkap Kolektor Retribusi Mess, Vero yang dikonfirmasi skornews menjelaskan bahwa pada hari libur tamu yang menginap tidak dicatat pada form Dispenda, penggunaan form dari Dispenda dilakukan hanya di hari kerja.

 

Form dari Dispenda tidak digunakan pada hari libur,” kata Vero beralasan, (22/12).

 

Pernyataan Vero tersebut diduga bohong karena skornews berhasil merekam lembaran buku besar catatan tamu yang menginap sebagai bukti bahwa pencatatan tamu tidak pernah menggunakan form dari Dispenda yang dikuatkan dengan pernyataan petugas resevsionist, Ika.

 

Tamu Mess (penginap) dicatat manual tidak menggunakan lembaran form Dispenda

 

 

Penggunaan form dari Dispenda Sulbar dimaksudkan untuk mengontrol agar pendapatan daerah (PAD) dari retribusi komersialisasi kamar tersampaikan dengan baik dan disetor ke kas daerah sesuai penerimaan dan kondisi yang sebenarnya.

 

Rekapitulasi dari seluruh lembaran form (harian) kemudian dikumpulkan per bulan, lalu di akhir bulan disetor ke kas daerah. Bukti penyetoran setiap bulannya pada akhir tahun direkap untuk mengetahui apakah target PAD dari pungutan restribusi kamar Mess Sulbar tercapai atau tidak.

 

Potensi penyalahgunaan uang sewa kamar Mess Sulbar sangat besar kemungkinan masuk ke kantong oknum yang tidak bertanggungjawab karena pencatatan penginap di buku besar tidak dapat dikontrol.

 

Hal itu dikatakan aktivis anti korupsi dari Indonesia Investigasi Korupsi (IIK), Ali saat dihubungi skornews. Menurutnya, aturan apa yang digunakan Vero sehingga pada hari libur, form dari Dispenda juga ikut libur.

 

“Siapa yang menjamin tidak ada manipulasi pada saat catatan tamu di buku besar dipindahkan ke form resmi dari Dispenda karena selembar saja catatan di buku besar itu disobek maka kerugian daerah bisa mencapai puluhan juta rupiah dari kekurangan penerimaan,” kata Ali, (22/12). ||Ratis

 

 

Bersambung…!

Nantikan hasil investigasi skornews selanjutnya

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com