,
16 September 2015 | dibaca: 913 pembaca
Mingkid & Lamato: KPU Bitung Tidak Kredibel

Suasana sidang di Panwas Kota Bitung. Bawah: Kuasa hukum Pemohon, Erick Mingkid dan Fachry Lamato.

SKORnews.com, Bitung

PERHELATAN pilkada serentak sudah memasuki tahapan kampanye terbatas pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung yang telah dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung.

 

Namun, sengketa pilkada yang sudah memasuki sidang di Panwas Kota Bitung memasuki sidang kedua, Senin (14/09/2015) dengan pemohon pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Ridwan Lahiya dan Maximilian Purukan dengan termohon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung.

 

Sidang yang dipimpin oleh ketiga Komisioner Panwas Kota Bitung berjalan dengan pembacaan sanggahan yang dibacakan oleh kuasa hukum KPU Bitung, Decroli Raiktama SH.

Sementara pasangan calon Ridwan Lahiya dan Max Purukan melalui tim pengacaranya dari Erick Mingkid dan Partners meminta sidang ditunda sampai Kamis (17/09/2015), namun pimpinan sidang memutuskan memberi waktu kepada pemohon sampai Rabu (16/09/2015) untuk membacakan repliknya.

 

"Sidang ditunda sampai Rabu (16/09/2015) pukul 13:00 Wita," jelas Deiby Londok yang juga adalah Ketua Panwas Kota Bitung yang memimpin jalannya sidang sengketa tersebut.

 

Tim kuasa hukum pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Erick Mingkid SH dan Fahry Lamato SH saat ditemui wartawan Skornews.com menjelaskan, ada 5 syarat mutlak (absolute) yang harus dilengkapi menjadi syarat utama pasangan calon bisa tetap mengikuti tahapan demi tahapan pencalonan pada pilkada, sesuai UU No 7 Tahun 2015 tentang Pilkada.

 

“Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka pasangan calon tersebut tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya,”  jelas Mingkid.

 

Menurut Mingkid yang diamini oleh Lamato, kelima syarat mutlak dokumen yang harus dimasukkan adalah dokumen BA5KWK, BKWK, B1KWK, B2KWK dan B4KWK. Kelima syarat inilah awal tidak ditetapkannya Ridwan Lahiya dan Max Purukan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota peserta Pilkada 2015.

 

"Saat proses pendaftaran calon Lahiya Purukan pertama kali ke KPU, dokumen BKWK, B1KWK dan B2KWK sudah ada dan itu kami punya bukti tanda terimanya, dan kami diminta untuk memasukkan 2 dokumen sisa, yakni BA5KWK dan B4KWK. Namun saat dokumen tersebut dimasukkan oleh LO dari Ridwan Lahiya dan Max Purukan, justru dokumen awal yang sudah ada malah tidak ada," jelas Mingkid.

 

"Mana mungkin pasangan Lahiya Purukan bisa diminta melengkapi sisa dokumen jika dari awal tidak memasukkan salah satu dari 5 syarat utama tersebut. Jika itu yang terjadi, pada saat pendaftaran itu saja secara otomatis pasangan Lahiya Purukan dicoret sebagai bakal calon," lanjut Mingkid lagi.

 

Erick Mingkid dan Fachry Lamato menuding KPU Bitung tidak kredibel sebagai penyelenggara pilkada, karena telah dianggap lalai dan menghilangkan dokumen yang awalnya adalah milik pasangan calon, namun ketika diserahkan ke KPU Bitung saat pendaftaran, otomatis menjadi dokumen negara.

 

"Dan kita semua praktisi hukum dan orang yang paham hukum mengetahui, barang siapa dengan sengaja maupun tidak menghilangkan dokumen negara, maka dituntut hukuman pidana minimal 4 tahun kurungan. Dan ini sangat jelas KPU sebagai penyelenggara negara telah menghilangkan dokumen tersebut," tegas Mingkid.

 

"Dan menjadi aneh, ketika sidang pembacaan sanggahan yang dilakukan oleh kuasa hukum KPU, dokumen tersebut sudah ada kelima-limanya," tukasnya lagi.

 

Mingkid dan Lamato juga mengharapkan, Panwas bisa bekerja pada situasi ini dengan tetap berpegang pada koridor hukum yang benar.

 

"Kami percaya, Panwas Kota Bitung masih memiliki integritas sebagai salah satu penyelenggara pesta 5 tahunan ini," tutup Mingkid yang diamini lagi oleh Fachry Lamato pengacara muda Bitung yang karirnya terus berkibar ini. @ Arham Licin/S10

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com