,
06 April 2015 | dibaca: 836 pembaca
Merespon Kenaikan BBM, Komisi VII DPR Panggil Menteri ESDM

Jakarta, skornews.com

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai terburu-buru menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, sementara untuk menurunkan harga solar sebagaimana telah diputuskan ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Tanggal 03 Februari lalu sangat sulit padahal harga solar saat itu sudah normal.



"Menteri kita ini kalo naikan harga BBM cepet banget tapi kalo menurunkan harga banyak alasan," kata Supratman Andi Agtas dari Gerindra saat RDP kembali digelar Komisi VII dengan Kementerian ESDM di Gedung DPR RI, (30/3).



Pada RDP sebelumnya, (03/02/15) Komisi VII DPR RI mendesak Menteri ESDM dan Pertamina menurunkan harga Solar menjadi Rp 6.000/Liter, Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan pihaknya menyetujui penurunan harga namun Kementerian ESDM tidak menurunkan harga malah tiba-tiba menaikkan harga BBM jenis premium dan solar sebesar Rp 500/Liter pada Tanggal, 27/03/15 (pukul 00.00).



Sementara itu, Aktivis LSM LIK, Bang Awi mengatakan sudah saatnya masyarakat mengetahui dasar perhitungan pemerintah menentukan harga BBM agar issu yang beredar tentang peran mafia minyak yang selalu meraih untung besar saat terjadinya perubahan harga BBM, “pemerintah harus transparan menyampaikan dasar penentuan harga BBM kepada masyarakat,” tegasnya saat dihubungi Tabloid SKOR via telepon.

 

Permasalahan kenaikan harga BBM pada 28 Maret lalu karena pemerintah kurang melakukan sosialisasi, masalah harga BBM adalah masalah krusial yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat. Risma

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com