,
22 Februari 2017 | dibaca: 1046 pembaca
Merasa Dijebak Kades, Calon Kadus Balosi Kecewa

Suardi, calon Kepala Dusun Balosi Desa Pajukukang Kec. Bontoa terpilih

Maros-Sulsel, skornews.com

 

Suardi salah satu calon Kepala Dusun Balosi Desa Pajukukang Kec. Bontoa terpilih berdasarkan hasil seleksi di Kantor Kecamatan Bontoa yang hingga akhirnya kemenangannya terancam dibatalkan setelah terbongkarnya kejanggalan dokumen administrasi domisili kependudukan miliknya yang diketahui tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan didalam perundang-undangan terkait perangkat desa.

 

Merasa dijebak oleh oknum di Desa Pajukukang yang memverifikasi berkas pendaftarannya, Suardi kepada Skornews (20/02) mengaku kecewa karena dirinya sengaja diloloskan walau tidak memenuhi persyaratan.

 

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Suardi mengklaim tidak tahu soal aturan yang tidak membolehkan warga ikut pemilihan Perangkat Desa/Kadus apabila domisili kependudukannya di daerah tersebut belum sampai 1 (satu) Tahun. Suardi membenarkan bahwa dirinya pernah pindah domisili ke Desa Bonto Bahari namun pada bulan November 2016 Ia pindah domisili kembali ke Dusun Balosi, Desa Pajukukang yang diketahui oleh Kades Pajukukang.

 

Syukri calon incumbent begitu mengetahui Suardi yang direkomendasi Bupati Maros melalui Camat Bontoa. Syukri kemudian melakukan protes ke Kecamatan dan menyerahkan bukti dokumen domisili kependudukan Suardi yang dinilai bermasalah.

 

Mengetahui penjegalannya, Suardi langsung berkoordinasi dengan Camat Bontoa dan menuding bahwa dirinya seolah-olah sengaja dijebak karena pada saat pengajuan berkas pendaftaran, Kepala Desa Pajukukang sudah melakukan verifikasi berkas tapi faktanya tetap meloloskan dirinya untuk direkomendasikan ke Kecamatan mengikuti seleksi dan tahapan selanjutnya, hingga akhirnya Bupati Maros merekomendasikan Suardi melalui Camat Bontoa untuk disampaikan kepada Kepala Desa terkait.

 

Lanjut Suardi, salah seorang anggota DPRD Maros dari Fraksi PAN juga mengaku kecewa atas administrasi kependudukannya yang bermasalah, padahal Bupati Maros melalui Camat Bontoa tidak mengetahui hal tersebut karena berkas telah diverifikasi sebelumnya ditingkat Desa dan Kecamatan.

 

Kepala Desa Pajukukang, Saharuddin kepada Skornews (21/02) tegas menolak putusan Bupati Maros yang merekomendasikan Suardi sebagai Kepala Dusun Balosi, bahkan ia membantah telah menyetujui kelengkapan berkas Suardi. Menurut Saharuddin, justru Suardi yang telah berbohong kepadanya saat diverifiksi berkasnya di Kantor Desa.

 

Saharuddin menambahkan, secara hukum Suardi tidak boleh dipilih menjadi Kepala Dusun karena terbukti melanggar syarat domisili maka wajar putusan tersebut digugat oleh Syukri rivalnya yang ikut seleksi pemilihan Kadus.

 

“Jika Bupati Maros memaksakan kehendak untuk tetap merekomendasikan Suardi maka saya akan gugat proses hukum,” tutur Saharuddin. ||Iman

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com