,
06 Mei 2019 | dibaca: 143 pembaca
Menteri Susi Pimpin Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan

Penenggelaman Kapal Perikanan Asing ilegal dipimpin Menteri KKP, Susi Pudjiastuti di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, (4/5)

Pontianak-Kalbar, skornews.com

 

Penenggelaman 13 Kapal Perikanan Asing ilegal berbendera Vietnam dipimpin langsung Menteri Kelautan & Perikanan sebagai Komandan Satgas 115, Susi Pudjiastuti di Perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, (4/5).

 

Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Wakasal Laksdya Wuspo Lukito, Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa, Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman, Gubernur Kalbar Sutarmidji,  Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Baginda Polin Lumban Gaol, Kapolda Kalimantan Barat Didi Haryono dan Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Greg Agung.

 

Pemusnahan ini merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 51 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Sebelumnya, 2 kapal telah ditenggelamkan di Bitung pada April lalu.

 

 

Jumlah kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang sudah dimusnahkan sejak bulan Oktober 2014 bertambah menjadi 503 kapal.

 

Jumlah tersebut terdiri dari 284 kapal Vietnam, 92 kapal Filipina, 23 kapal Thailand, 73 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal RRT, 1 kapal Nigeria, 1 kapal Belize dan 26 kapal Indonesia.

 

Komandan Satgas, Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa penenggelaman kapal ikan asing yang terbukti melanggar hukum merupakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi permasalahan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang menurun selama bertahun-tahun. Tindakan penenggelaman sebagai cara pemusnahan kapal mensimbolkan sikap tegas pemerintah untuk menumbuhkan efek jera dari pelaku maupun maupun masyarakat.

 

"Ini merupakan solusi yang sangat cantik untuk negara kita menakuti bangsa/negara lain. Penyelesaian dengan cara ini seharusnya menjadi tradisi praktik penegakan hukum. saya panggil Dubesnya, saya panggil pengusahanya baik-baik dengan makan siang kita jamu. saya hanya cerita, saya akan eksekusi undang-undang, amanah negara ini untuk menyelesaikan masalah jadi bantu saya. Udah itu saja. Kalau ada yang bandel ya kelewatan,” tegas Susi.

 

 

Menteri Susi menjelaskan, pemusnahan kapal ikan ilegal telah terbukti berdampak positif pada perikanan Indonesia untuk memberikan deterrent effect pada para pelaku praktik IUU Fishing. Selain itu, tindakan ini juga memberikan kepastian hukum di Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

 

Melalui penenggelaman Kita memberikan kepastian hukum kepada semua orang. Investasi perlu kepastian hukum di sebuah  negara dan kita kasih kepastian hukum bagi pelanggar hukum. Tidak ada diskriminasi hukum. Itu saja yang saya inginkan,” kata Menteri Susi.

 

Pemusnahan kapal pelaku IUU Fishing  terbukti memberikan dampak positif pada sektor kelautan dan perikanan Indonesia, produksi perikanan terus mengalami peningkatan pada triwulan III 2015 produksi perikanan sebanyak 5.363.274 ton mengalami kenaikan 5,24% menjadi 5.664.326 ton pada 2016.

 

Kenaikan kembali terjadi 8,51% di periode yang sama 2017 yaitu sebesar 6.124.522 ton. Di triwulan III 2018, produksi perikanan kembali meningkat 1,93% yaitu mencapai 6.242.846 ton.

 

Sementara itu, pada triwulan III tahun 2018, PDB perikanan mencapai nilai Rp 59,98 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 senilai Rp 57,84 triliun.

 

Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan PDB dari 6,85% di triwulan III 2017 menjadi 3,71% di triwulan III 2018, PDB perikanan mengalami peningkatan di setiap kuartal, begitu pula dengan jumlah produksi perikanan.

 

Menteri Susi menambahkan, berkat ketegasan Indonesia dalam memberantas IUU Fishing selama ini, neraca dagang perikanan Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara. Prestasi lainnya juga ditorehkan Indonesia sebagai negara penyuplai ekspor tuna terbesar di dunia. ||awi (s.SP.KKP)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com