,
02 Maret 2015 | dibaca: 1264 pembaca
Menggugat Kepemimpinan Hatta Rahman
Rauf : Saatnya Bupati Mundur

Skornews.com, Maros-Sulsel

Kepemimpinan Ir. H. M. Hatta Rahman MM sebagai Bupati Maros sisa hitung bulan, selama 4 tahun lebih beliau menjabat ada beberapa pekerjaan rumah yang tidak dapat diselesaikan dengan baik malah meninggalkan warisan buruk bagi pemimpin maros yang akan datang.

 

Hal itu diungkapkan oleh Rauf Mappatunru Ketua ACW (Anti Corruption Watch) Kab. Maros yang ditemui Skor di Buana Cafe Senin 2 Maret 2015

 

Rauf menuturkan sejak Hatta Rahman memimpin maros memang ada sisi-sisi lain yang harus tetap diacungi jempol, seperti pengelolaan keuangan daerah dan administrasi yang sudah cukup bagus, selain itu pembangunan infrastruktur jalan dan sarana umum yang mulai menyentuh kawasan desa dan penganugerahan piala adipura pertama dari pusat yang sontak membuat rakyat maros terkagum-kagum.

 

Namun ironi sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, hamparan gunung karst, lahan perkebunan dan pertanian yang luas tetapi pertumbuhan ekonomi kaum desa masih jauh dari klaim kesejahteraan, kemiskinan dan pengangguran yang belum luput dari mata dan SDM yang belum memadai.

 

Kondisi itu, lanjut Rauf mendorong dirinya angkat bicara guna membuka mata hati masyarakat Maros dan lebih terkhusus kepada Bapak Bupati Maros agar mengevaluasi diri dan pemerintahannya sehingga dapat dipertanggung jawabkan dihadapan rakyat maros.

 

Menjelang pemilihan kepala daerah serentak, maros adalah salah satu kabupaten yang akan ikut melaksanakan perhelatan tersebut, pesta demokrasi yang sudah dianggap tabuh oleh sebagaian masyarakat, pasalnya momentum itu kerap dijadikan sebagai ajang obral janji-janji manis tapi tak dapat direalisasikan.

 

Lebih jauh, aktifis muda itu menyebutkan rakyat Maros hari ini  seolah sudah apatis karena eksisitensinya hanya dijadikan objek untuk prilaku buruk politik, kemiskinan dan penindasan yang sudah menjadi realitas pahit yang tak berujung selalu dijadikan alat politik untuk mendulang suara rakyat sebanyak-banyaknya demi menjadi pemenang penerima mandat rakyat.

 

“Momentum Pilkada itu hanya dijadikan sebagai ajang membohongi rakyat, memberikan janji manis tetapi dalam aktualisasi kebijakan tidak sedikit yang bertentangan dengan kepentingan rakyat” tegas Rauf

 

Rauf mengakui, maros kini jauh dari daerah yang berdaulat, kekayaan alam yang dimiliki perlahan dikeruk oleh kaum investor, PT. Semen Bosowa Maros adalah wujud ketidakberpihakannya kebijakan penguasa terhadap rakyat maros, milyaran keuntungan perusahaan tersebut dari hasil produksi semen yang dikantongi setiap tahunnya oleh Bapak Aksa Mahmud tapi masyarakat pribumi yang terkena langsung dampak debu dan peledakannya hanya mendapatkan kompensasi perusahaan/CSR yang tidak berimbang karena regulasinya yang tidak jelas dan sangat ditutup-tutupi pihak manajemen.

 

Selain itu, lanjut Rauf padi dan tanaman perkebunan rusak secara perlahan sehingga tidak salah apabila dirinya bertanya mana keberpihakan Bupati Maros dalam kasus tersebut.

 

Hal lain yang diungakapkan Rauf sebagai bukti kegagalan Hatta Rahman adalah tentang sumber mata air Lekopancing yang merupakan kekayaan maros sebagai pemberian Tuhan untuk dipergunakan rakyat maros yang daeranya kering setiap musim kemarau tiba.

 

“ini harus diperjuangkan oleh beliau agar dikembalikan kepada maros yang selama ini diduduki oleh Makassar, Bupati Maros seharusnya lebih mencintai maros dan rakyatnya karena beliau memang putra maros asli” sebutnya.

 

Jika dievaluasi lebih dalam, lanjut Rauf maka akan semakin terang dugaan kegagalan Hatta Rahman dalam memimpin Kabupaten Maros.

 

Seperti halnya kehadiran PT. Cons Maros South Sulawesi Mine perusahaan semen asal china yang sekarang sudah mengantongi IUP dari Kementerian ESDM.

 

“Sangat disayangkan karena rakyat sebagai pemberi mandat beliau tapi tidak mendapatkan ekspos dari Bupati sebelum menerbitkan WIUP dan Rekomendasi, padahal beliau sangat paham bahwa hal tersebut adalah perintah UU, jelas suatu pelanggaran yang tidak boleh ditoleransi sebab berpotensi terjadi praktik transaksional dan gratifikasi” tegasnya

 

“Kehadiran semen china di Maros hanyalah masalah baru yang akan dipikul berat masyarakat dan generasi yang akan datang, kapasitas produksi yang jauh lebih besar dibanding semen bosowa dan tekhnologi yang lebih canggih digunakan adalah suatu gambaran bahwa rakyat maros hanya akan jadi budak dan buruh karena SDM yang dimiliki maros belum mampu menjadi operator alat-alat modern” ketus Rauf

 

Eksistensi perusahaan semen bosowa dan semen china di maros, lanjut Rauf memiliki kaitan yang erat, sama-sama merampas kedaulatan rakyat, merusak mahkota alam yang lebih dikenal dengan karstnya dan hanya mematikan pertanian dan Perkebunan rakyat.

 

Sementara pembangunan Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI)  yang sementara dibangun di Desa Bonto Bahari, Kec. Bontoa ditengarai bukan untuk pelabuhan ikan tetapi pemanfaatannya pada akhirnya akan disewakelolakan kepada swasta.

 

“PPI itu juga saya menduga akan dimanfaatkan untuk sarana transportasi laut distribusi semen cina” imbuhnya.

 

Sederet masalah itu, lanjut Rauf mengindikasikan Hatta Rahman tidak berpihak kepada rakyat Maros secara umum, untuk itu Rauf meminta agar Hatta Rahman segera mengundurkan diri dari jabatan Bupati Maros jika tidak mau membuka selebar-lebarnya perihal masuknya semen china, pelabuhan bonto bahari dan memperjuangkan hak-hak masyarakat civil yang tidak diberikan oleh pihak manajemen semen bosowa.

 

 

“Selebihnya harus dijelaskan bagaimana nasib para petani, pengangguran, buruh dan generasi muda yang ingin bersekolah tinggi menjadi ahli tapi tidak memiliki biaya yang cukup” Pungkasnya. # Aziz

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com