,
13 November 2015 | dibaca: 1331 pembaca
Maros Dapat Limbah Makassar Dapat Manfaat
PT Semen Bosowa Maros

Danau PT Semen Bosowa Maros

MAROS, Skornews.com

PT. Semen Bosowa sudah puluhan tahun beroperasi di Kabupaten Maros sebagai produsen semen terbesar di Indonesia Timur. Namun perusahaan milik Aksa Mahmud itu belum memberikan manfat kemajuan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dalam hal infrastruktur jalan.

 

Setiap detik gunung karst diledakkan dan air bantimurung di hisap 2500 liter/detiknya untuk pendingin mesin dan sekaligus digunakan mencampur bahan untuk dijadikan semen.

 

Ledakan yang ditimbulkan pabrik semen bosowa  itu dikeluhkan warga, namun para warga mengaku pasrah karena tidak tahu akan mengadukan kemana persoalan ledakan ini. Pihak perusahaan juga terkesan tidak peduli.

 

“Kami hanya bisa pasra dan menerimah secara lapang dada ledakan dan hujan debu yang ditimbulkan pabrik semen bosowa karena sekalipun kami meminta kepada pihak perusahaan hanya diberikan janji manis yang tak mampu mengurangi penderitaan kami atas debu yang dikirimkan setiap saat” Keluh seorang Warga berinisial, JN kepada Skornews beberapa waktu lalu.

 

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengungkapkan banyaknya rumah warga yang retak akibat gelombang ledakan yang ditimbulkan Pabrik semen Bosowa.

 

“Kalau ingin melihat secara langsung bagaimana pengrusakan yang dilakukan oleh bosowa silahkan lihat sendiri berapah rumah batu warga yang retak yang disebabkan oleh ledakan tersebut” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti langkah Management Bosowa yang justru membangun fasilitas di daerah lain, padahal peledakan dan produksi semen dilakukan di Kabupaten Maros.

 

Beberapa contoh fasilitas yang disebutkan misalnya rumah sakit Awal Bros dan universitas Bosowa yang dibangun di Kota Makassar.

 

“Dimana logikanya dikampung kami anda mencari keuntungan, bahkan kau rusak kampung kami, sementara rumah sakitmu kau dirikan ke orang lain. Ataukah memang sengaja didirikan di makassar supaya kami tidak bisa berobat disana karena kami tidak punya uang untuk membayar rumah sakit modern itu” ujarnya.

 

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Jenderal PB Hipmi Maros Raya, Tazmin Hamliong bahwa PT Semen Bosowa Maros tidak konsisten dengan janji yang dia berikan sewaktu pra pembangunan.

 

Tazmin menuturkan dari awal sosialisasi pembangunan perusahaan semen bosowa, pemilik perusahaan berjanji akan memprioritaskan warga lokal sebagai karyawan tetap sebesar 60% dan 40%nya adalah orang luar.

 

Namun janji itu, lanjut Tazmin diragukan realisasinya. Pasalnya pihak manajemen Bosowa hingga kini tidak bersedia membuka data karyawan. Padahal sudah beberapa kali diminta namun tidak dipenuhi dengan berbagai alasan.

 

Lebih lanjut Tazmin mengatakan masyarakat Kabupaten Maros bersedia menerima pabrik semen bosowa beroperasi di daerah mereka dengan harapan akan mampu menyerap tenaga kerja lokal, dan dapat mengurangi pengangguran  yang ada.

 

“Tapi pertanyaannya berapa persen warga Maros yang di pekerjakan dan itu pun kalau ada yang bekerja mereka menjadi apa” tandasnya.

 

Dari data yang di peroleh media Skornews, jumlah masyarakat yang bekerja di PT. Semen Bosowa tidak sampai 50% dan rata-rata yang bekerja hanya buru pabrik yang tidak jelas masa depannya atau hanya sebagai buru lepas.@AA.048/Abustan

 

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com