,
08 Februari 2018 | dibaca: 773 pembaca
Mal-Administrasi Dari Awal Hingga Akhir, Inspektorat Bappenas MANDUL

Jakarta, skornews.com

 

Pekerjaan pengadaan dan pemasangan lift gedung Bappenas dilaksanakan PT Pinang Ranti Perdana dengan SPK Nomor 098/SPK/02.0l.01-BAPPENAS/08/2016 tanggal 23 Agustus 2016 senilai Rp 3.832.400.000 melalui system penunjukan langsung setelah sebelumnya Dua kali gagal lelang.

 

Audiensi pihak Bappenas dengan perwakilan MBI (7/2/18)

 

Dua kali gagal lelang itu diduga terjadi karena spesifikasi teknis lift mengarah ke produk/merk tertentu sehingga calon penyedia dari merk lain tidak dapat bersaing dan memenuhi spesifikasi yang ditentukan.

 

Sebelumnya, PT Pinang Ranti Perdana dan PT BLS yang diundang ULP Pokja IV Bappenas sebagai calon penyedia (rekanan) itu rupanya direkomendasikan PT Schindler Lifts selaku perusahaan principal/distributor lift merk Schindler.

 

PPK membayar lunas kepada Penyedia Jasa pada saat progres pekerjaan belum mencapai 50%, pekerjaan dilanjutkan ke tahun berikutnya tanpa dilakukan addendum (perpanjangan kontrak) dan tanpa batas waktu penyelesaian.

 

Pembayaran termin 1 dan 2 (sumber: LHP BPK)

 

Pembayaran pertama sebesar Rp 1.916.200.000 pada tanggal 14 Desember 2016 dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST) termin I Nomor 161/BAST/02.01.01/11/2016 dan Berita Acara Pembayaran (BAP) pekerjaan termin I Nomor 162/BAP/02.01.01/11/2016 serta Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (BAPHP) Nomor 34/BAPHP-PBPM/11/2016, ketiganya tertanggal 23 November 2016.

 

Pembayaran kedua sebesar Rp 1.916.200.000 pada tanggal 23 Desember 2016 dilakukan berdasar BAP pekerjaan termin Il Nomor 184/BAP/02.01.01/12/2016 tangga1 14 Desember 2016 dilampiri Jaminan/Garansi Bank, Surat Perjanjian Pembayaran, Surat Pernyataan Keabsahan Jaminan dan Surat Pernyataan Kesanggupan PT Pinang Ranti Perdana untuk menyelesaikan 100% pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desernber 2016.

 

Jumlah keterlambatan berdasarkan BAPF April 2017 (sumber: LHP BPK)

 

Faktanya, berdasarkan BAPF Nomor 14/BAPF-B:MN/LKBAPPENAS/04/2017 tanggal 6 April 2017, dari 6 unit lift itu baru 3 unit terpasang dan 3 lagi masih terdapat dalam bok pengiriman, pembongkaran 3 lift existing baru dimulai pada tanggal 5 April 2017.

 

3 unit lift telah dilakukan serah terima dari penyedia barang kepada Kementerian PPN/Bappenas sebagaimana tertuang dalam BAST pekerjaan I Nomor 05/PRP/BAST.I/04/2017 tanggal 4 April 2017 yang ditandatangani oleh PPK P2SPAB untuk dan atas nama Kementerian PPN/Bappeans dengan Dirut PT Pinang Ranti Perdana.

 

Progres (Doc. September 2017)

 

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, diduga laporan progres pekerjaan pada pembayaran termin Satu dan termin Dua pada Desember tahun 2016 itu dipalsukan.

 

Mal-administrasi dari awal hingga akhir dalam proses pengadaan dan pemasangan Lift Gedung Bappenas senilai Rp 3,8 Miliar itu ternyata benar telah merugikan keuangan Negara lebih dari Rp 1 Miliar.

 

Koordinator aksi, Tasrif Tuasamu menyampaikan aspirasi di depan kantor Bappenas (7/2/18)

 

Hal itu disampaikan massa MBI saat menggelar aksi di kantor Kementerian PPN/Bappenas, terdapat lebih dari 1 Miliar kerugian keuangan Negara yang merupakan hasil temuan BPK RI yang disampaikan kepada MBI saat mendatangi kantor BPK sebelum aksi unjuk rasa di Bappenas, (7/2/18). ||drw

 

Klik VIDEONYA

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com