,
21 November 2018 | dibaca: 258 pembaca
Lembur Dan Perdin Kemendesa PDTT Jadi Lahan Korupsi?

Staf Biro Humas Kemendesa PDTT, Andi saat menerima skornews, (16/11)

Jakarta, skornews.com

 

Biaya perjalanan dinas (Perdin) dan lembur menjadi sasaran empuk manipulasi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran 2017 lingkup Biro Umum dan Setjen PKP2Trans Kemendesa PDTT.

 

Sumber skornews menyebutkan, sejumlah pegawai yang dilaporkan melaksanakan perjalanan dinas tapi juga masih melakukan absen hadir dan pulang kerja sesuai daftar hadir elektronik.

 

Demikian pula dengan kegiatan lembur, hampir seluruh jam lembur dilaksanakan tidak pada hari kerja tapi pada hari libur.

 

 

Aktivis anti korupsi dari LSM LIPA, Yandri mengatakan jika dicermati, diduga kuat Miliaran biaya lembur tahun 2017 di Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga Biro Umum itu dimanipulasi.

 

"Biaya lembur bulan Januari, Februari, Maret dan April jumlahnya sama sebesar Rp 167 juta, Mei dan Juni juga sama sebesar Rp 131 juta, Juli dan Agustus sama Rp 159 juta, Bulan September Rp 149 juta, Oktober Rp 169 Juta, November 184 juta dan Desember 115 Juta," tutur Yandri kepada skornews, (21/11).

 

Dilanjutkan Yandri, hal sama juga terjadi pada sejumlah pertanggungjawaban pengadaan barang dan jasa, utamanya pengadaan dengan penunjukan langsung penyedia. Nota dan stempel pelaksana (toko) diduga dipalsukan.

 

Biro umum melalui Biro Humas Kemendesa PDTT yang dikonfirmasi skornews pada (15,16/11/18) belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis. ||awi rzk

 

Bersambung...!

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com