,
04 September 2019 | dibaca: 1831 pembaca
KSOP Gagal Mediasi Seteru ABK Vs Pemilik Kapal

Masalah BBM pemicu seteru ABK dan Pemilik Kapal (foto: doc Abk)

Jakarta, skornews

 

Kapal Tug Boat (TB) MR 873 milik pengusaha Yulia Indrasari yang bernaung di perusahaan PSM pada oktober 2018 lalu berlayar dari Bitung, Sulawesi Utara menuju Samarinda, Kalimantan Timur untuk Docking (perbaikan)

 

Diperkirakan, TB MR 873 tiba di Samarinda dalam waktu 8-9 hari dengan asumsi kecepatan rata-rata 2,5 Knot.

 

Kapal penarik tongkang itu bertolak dari pelabuhan Bitung dengan berbekal 15 Ton BBM, dalam perjalanan kapal mengalami gangguan sehingga terpaksa disandarkan di wilayah perairan Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

 

TB MR 873 menarik tongkang menuju  Samarinda

 

Permasalahan antara ABK (Anak Buah Kapal) dengan pengusaha/pemilik Kapal mulai mencuat disebabkan borosnya pemakaian BBM yang hanya tersisa 750 liter saat berhenti di Toli-Toli dari sebelumnya berjumlah 15 Ton saat bertolak dari pelabuhan Bitung.

 

Informasi yang berhasil dihimpun tim investigasi skornews dari salah seorang ABK menyebutkan bahwa pada hari ke-2 perjalanan, Kapal mengalami gangguan, kecepatan hanya 0' knot dan sejumlah mesin lampu (penerangan) mati, hal tersebut yang mengakibatkan lama tempuh dan pemborosan BBM.

 

Monitor penunjuk kecepatan (doc abk)

 

"Gangguan dalam perjalanan kami dokumentasikan (video visual) dan dicatat di buku kapal," terang salah seorang ABK kepada skornews, (2/9).

 

Pemilik kapal tongkang TB MR 873 saat ditemui di kantornya, kompleks perkantoran Grand Puri Niaga, Jakarta Barat menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan teknisi saat bersandar sementara di Toli-Toli, hasil pengecekan membuktikan bahwa kapal tidak ada masalah serius dan masih dalam kondisi laik berlayar.

 

"Setelah pengecekan, teknisi menyampaikan kapal bisa melanjutkan perjalanan ke samarinda. Tiba di Samarinda itu hanya menghabiskan 6 Ton BBM, pelayaran menempuh jalur berputar sehingga seharusnya jarak tempuh lebih dibandingkan perjalanan dari Bitung ke Toli-Toli," terang Yulia Indrasari kepada skornews (3/9).

 

Yulia menambahkan, permasalahan itu telah kami laporkan ke KP3 Pelabuhan karena ada dugaan penjualan BBM oleh ABK, hasil pemeriksaan polisi menyebutkan bahwa ABK mengakui menjual 2 Ton BBM (Bunker kering).

 

"Pengakuannya menjual 2 Ton tapi kami perkirakan mencapai 8 Ton. Itu kenapa dokumen ABK seperti ijazah dan sertifikat kami tahan sampai persoalan itu selesai. Tapi mengingat ABK tentu tidak bisa mencari nafkah buat keluarganya jika terus kami tahan, karena kasihan akhirnya kami putuskan kembalikan dokumen itu dan tidak meneruskan proses hukum kepada mereka," terang Yulia Indrasari.

 

Tuas kecepatan full (foto abk)

 

Sebelumnya, pemilik kapal TB MR 873 tidak menghadiri 2 kali panggilan Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda atas pengaduan ABK karena tidak menerima gaji selama dokumen mereka ditahan (belum ada pemutusan hubungan kerja).

 

Yulia Indrasari mengatakan untuk apa saya hadir, persoalan itu telah ditangani pihak berwajib, mereka (ABK) telah menjual BBM kapal.

 

"Itu jelas ranah pidana dan mereka sudah akui saat diperiksa polisi. kalau saya mau, bisa saja lanjut proses hukum," tegas Yulia.

 

Kapten Andriano Rumlus (doc abk)

 

Nahkoda TB MR 873, Kapten Andriano Rumlus saat dihubungi skornews mengakui lakukan penjualan untuk memenuhi kebutuhan seluruh ABK selama perjalan karena kapal mengalami gangguan.

 

"Bisa bayangkan berlayar di malam hari tanpa penerangan, kapal bisa tabrakan. Teorinya memang harusnya rata-rata 2,5 Knot tapi kondisi kapal selama perjalan itu kami yang alami, kami yang jalani. Kecepatan kapal cuma 0', knot bahkan beberapa kali mundur karena arus yang deras," tutur Kapten Kapal, Andriano kepada skornews. ||rizki, Rossa

 

 

Bersambung...! 
Nantikan penelusuran "BBM & DOKUMEN PELAYARAN, ADA KONGKALIKONG?"

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com