,
21 November 2014 | dibaca: 1339 pembaca
Kritikan Pedas ICW & JCW Untuk Jokowi
“Umbar Janji, Jokowi Ditagih”

Ilustrasi Definisi Hukum/ SKOR

skornews.com, Jakarta

Menyikapi langkah Presiden Jokowi memilih politisi partai NasDem itu, peneliti ICW divisi korupsi politik, Abdullah Dahlan mengatakan, Terpilihnya Prasetyo sebagai Jaksa Agung merupakan kejutan tidak menyenangkan. Oleh karena itu ICW mengkritisi langkah Jokowi, "Pada hari ini kita ini menyikapi hal sangat penting dalam agenda penegakan hukum Indonesia atas pelantikan Jaksa Agung baru oleh presiden Joko Widodo,"ungkapnya dalam konfrensi pers di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2014).

 

Lebih lanjut Abdullah, Pernyataan keras itu dilakukan atas keputusan Jokowi terhadap Prasetyo. Pasalnya tidak pernah terbesit dan terbayang ICW, jika Parpol yang dipimpin Surya Paloh itu akan dipilih dan dilantik Presiden.

 

Sebagai salah satu lembaga yang memiliki ekspektasi besar dalam upaya penegakan hukum terutama dalam pemberantasan korupsi, ICW benar-benar menyesalkan pemilihan Kejaksaan Agung itu, “Kejagung memiliki peran penting dalam agenda pemberantasan hukum yang lebih tegas dan jelas, sehingga dibutuhkan sosok figur yang memiliki kompetensi, intergeritas, kemandirian dan tidak intervensi partai politik sejalan visi misi kampanye Jokowi saat terpilih yakni agenda pemberantasan korupsi," tuturnya.

 

"Sekali lagi kami kecewa dengan langkah Jokowi memilih HM Prasetyo sebagai jaksa agung karena masih banyak figur lain yang lebih bersih dan berani serta memilki prestasi," tambahnya.

 

Selama menjadi JAM-Pidum tak ada rekam jejak prestasi yang menonjol dari seorang Prasetyo. Hingga Purnatugas dari Kejaksaan Agung, Prasetyo kemudian membuka kantor pengacara.

 

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba juga menilai, atas terpilihnya HM. Prasetyo politikus partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Jaksa Agung di Era Jokowi–JK, yang menurutnya merupakan mimpi terburuk untuk pemberantasan korupsi dan penuntasan kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum terselesaikan.

 

“Jaksa Agung dari kalangan politikus rawan diintervensi dan cenderung tidak independen,”ujar Bahar.

 

Senada dengan Bahar, Direktur LBH Yogyakarta, Samsudin Nurseha juga menganggap, pemilihan Jaksa Agung dari kalangan politisi, apalagi yang tidak memiliki prestasi apa pun, justru akan membebani pemerintahan Jokowi – JK.

 

Sebab, menurut Samsudin, tantangan terbesar Jaksa Agung ke depan menyangkut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu dan membersihkan kejaksaan dari oknum-oknum jaksa yang nakal.

“Menurut saya, sangat disayangkan kalau politisi diangkat menjadi Jaksa Agung.” Ungkap Samsudin melalui whatsapp.

 

Kebijakan Jokowi yang menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi beberapa hari lalu juga di hujani kritik dari berbagai masyarakat, parpol pendukung lain (KMP-red), serta beberapa politisi internal partai.

 

Sebelumnya saat kampanye Pilpres,  Presiden Jokowi memiliki 66 janji yang akan dijalankannya saat terpilih menjadi presiden ke 7 RI, berikut janji Jokowi :

 

1. Janji Jokowi-JK Besarkan Pertamina Kalahkan Petronas dalam 5 Tahun.

 

2. Jokowi Janjikan Bangun 50 Ribu Puskesmas.

 

3. Swasembada Pangan.

 

4. Membuat Bank Tani untuk Mengurangi Impor Pangan.

 

5. Jokowi Janji akan Tetap Blusukan bila Jadi Presiden. 

 

6. Jokowi Janji Benahi Kawasan Masjid Agung Banten. 

 

7. Jokowi Janji Cetak 10 Juta Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden.

 

8. Jokowi Janji Buka 3 Juta Lahan Pertanian.

 

 9. Jokowi Janji Batasi Bank Asing.

 

10. Berjanji Membangun Tol Laut dari Aceh hingga Papua.

 

11. Jokowi Janji Beri Berapapun Anggaran Pendidikan.

 

12. Berjanji untuk Mengurangi Impor Pestisida dan Bibit Pertanian.

 

13. Jokowi Janji Hapus Ujian Nasional.

 

14. Membangun E-government, E-budgeting, E-procurement, E-catalog, E-audit Kurang dari 2 Minggu.

 

15. Terbitkan Perpres Pemberantasan Korupsi.

 

16. Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen.

 

17. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur seperti, Pelabuhan, Bandara, di wilayah Indonesia Bagian Timur.

 

18. Dana Rp 1,4 Miliar per Desa Setiap Tahun.

 

19. Kepemilikan Tanah Pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga dan Perbaikan Irigasi di 3 juta Hektar Sawah.

 

20. Membangun 100 Sentra Perikanan yang dilengkapi Lemari Berpendingin.

 

21. Membentuk Bank Khusus Nelayan.

 

22. Menggunakan Pesawat Tanpa Awak untuk meng-Cover wilayah lndonesia.

 

23. Meningkatkan Pemberian Beasiswa.

 

24. Mengalihkan Penggunaan BBM ke Gas dalam waktu 3 Tahun.

 

25. Jokowi Janji 'Sulap' KJS-KJP Jadi Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar.

 

26. Tidak bagi-bagi Kursi Menteri ke Partai Pendukungnya.

 

 27. Jokowi Janji Tak Berada di bawah Bayang Megawati.

 

28. Membenahi Jakarta (macet, banjir, dll).

 

 29. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina.

 

30. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

 

31. Mudah ditemui oleh warga Papua.

 

32. Menurunkan harga sembako, meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin.

 

33. Memperhatikan permasalahan outsourcing.

 

34. Menghapus subsidi BBM.

 

35. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri.

 

36.Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga prasejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi diatas 7%.

 

37.Perbaikan 5.000 pasar tradisional dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan.

 

38.Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren untuk kualitas pendidikan nasional & kesejahteraan guru pesantren sebagai bagian komponen pendidikan bangsa.

 

 39. Akan berbicara terkait kasus BLBI.

 

40.Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10x lipat, menambah jumlah penyidik, regulasi).

 

41. Menghentikan impor daging.

 

42. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur.

 

43.Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan.

 

44.Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan.

 

45.Mningkatkan kualitas pendidikan mlalui pembenahan tnaga pengajar yg punya kemampuan mrata diseluruh Nusantara.

 

46. Jokowi Pilih Mendikbud dari PGRI Jika Jadi Presiden.

 

47. Memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia.

 

48. Menaikkan gaji guru.

 

49. Sekolah gratis.

 

50. Menangani kabut asap di Riau.

 

51. Membeli kembali Indosat.

 

52. Membangun industri maritim.

 

53. Menyederhanakan regulasi perikanan.

 

54. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus.

 

 55. Membuktikan janji-janji dalam visi-misi.

 

56. Menyejahterakan kehidupan petani.

 

57. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah.

 

58. Membangun banyak bendungan dan irigasi.

 

59. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh professional.

 

60. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu.

 

61. Menjadikan perangkat desa jadi PNS secara bertahap.

 

62.Meningkatkan Industri Kreatif sebagai salah satu Kunci Kesejahteraan Masyarakat.

 

63.Cuma satu dua jam saja di kantor, selebihnya bertemu rakyat.

 

64.Jokawi Janji Internet Cepat.

 

65. Menyelesaikan masalah korban lumpur Lapindo.

 

66. Mengusut kasus penculikan aktivis pada 1998.

 

Sebelumnya juga saat kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2 tahun lalu, Jokowi memiliki 19 janji kepada masyarakat Jakarta. Berikut janji Jokowi yang akan membenahkan Jakarta :

 

1.Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan

 

2.Hanya 1 jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.

 

3.Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya

 

4.Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.

 

5.Menambah 1.000 unit bus Transjakarta

 

6.Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.

 

7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.

 

8.Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)

 

9.Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)

 

10.Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.

 

11.Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.

 

12.Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)

 

13.Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.

 

14.Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.

 

15.Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).

 

16.Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)

 

17.Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).

 

18.Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)

 

19.Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.

 

“Mari kita lihat apakah Jokowi-JK mampu merealisasikan semua janji manisnya atau hanya pepesan kosong belaka untuk pencitraan politik seperti yang diprediksi,”ketus salah seorang warga bekasi (Ay-Red) kepada SKOR. (Alfi)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com