,
21 Juni 2014 | dibaca: 1389 pembaca
Korupsi pengadaan lift KUKM
Baru tiga orang tersangka

KUKM Korupsi Rp 19 M pengadaan 8 unit Lift thn 2012

Skornews.com, Jakarta

Bertambah lagi skandal korupsi di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), setelah kasus video tron yang melibatkan anak menteri KUKM, Syarif Hasan dan PPK (alm) yang diduga adalah menantu menteri yang juga petinggi partai demokrat itu.

 

Kini kasus korupsi pengadaan delapan unit lift tahun anggaran 2012 senilai Rp 23 Miliar lebih juga sudah mulai dibidik pihak kejati DKI, 3 orang telah dijadikan tersangka oleh penyidik kejaksaan. " RF (Direktur Utama PT Karunia Guna Inti Semesta), SB (pihak PT Likotama Haru) dan Kasiyadi (selaku penerima barang)" kata M. Adi T., Kajati DKI Jakarta di kantornya (18/6) lalu.

 

Ketua Investigasi Lembaga Informant Korupsi (LIK), RD. Darwis mengatakan, “dalam kasus lift ini, jangan hanya koruptor kelas teri yang diciduk. Kami mengharapkan kepada pihak kejati agar KPA dan pihak-pihak yang terlibat dalam BAST, BAPP, BAPF, Konsultan, Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta kepala Inspektorat yang diduga lalai dalam melakukan pengawasan internal demikian pula dengan semua panitia lelang juga harus diperiksa karena mereka semua diduga terlibat dalam “persekongkolan” pekerjaan tersebut. ungkapnya. "setelah kasus Video Tron dan Lift. adalagi dugaan korupsi pada pembangunan gedung Tower SMESCO dan pengadaan buku perpustakaan" itu juga akan kami kawal setelah sukses mendorong kasus Lift ini", tambah darwis.

 

Sebagaimana diketahui, Anggaran pengadaan 8 unit lift itu sebesar Rp 23 Miliar lebih yang dimenangkan oleh PT KIS, kemudian PT KIS men subkontrakkan seluruh pekerjaan kepada perusahaan lain sebesar Rp 4 Miliar. Dengan 4 miliar itu seluruh pekerjaan diselesaikan yang kemudian dilakukan pembayaran 100%  melalui Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh pihak KUKM pada akhir tahun 2012 setelah Berita Acara Penyelesaian pekerjaan (BAPP) dan Berita Acara Pemeriksaan Fisik (BAPF) dinilai baik padahal progres pekerjaan masih sekitar 30%.

 

Sebelum proses lelang, diduga telah ada perjanjian antara PT KIS dengan PT LMP (pelaksana pekerjaan setelah didubkonkan PT KIS). Berarti jelas memang telah ada konsfirasi antara pihak KUKM dengan pelaksana pekerjaan untuk “mencuri” anggaran lift itu. Saat ditanyakan hal tersebut kepada kepala Inspektorat KUKM, Suparno “wah kamu ini kayak intelejen aja” katanya kepada Skor beberapa waktu lalu. Rd.S01

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com