,
06 Juni 2014 | dibaca: 1880 pembaca
Korupsi Meubiler Sulbar
Antara BUI dan SENAYAN

ilustrasi/carikatur

SKORnews.com, Jakarta

Kasus korupsi Rp 1 Miliar lebih pada pengadaan moubiler rumah jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Tahun Anggaran 2011 lalu terus menggelinding, telah 4 Pejabat lingkup Provinsi ke-33 itu yang “dikandangkan” oleh kejaksaan.

 

Kini kasusnya dibuka lagi oleh Kejaksaan Tinggi Sulselbar atas perintah Jaksa agung muda bidang pengawasan, Kejaksaan Agung RI. Tak tanggung-tanggung, kini pihak Kejaksaan menilik Istri Gubernur Sulbar, Enny Anggraeny Anwar yang telah lama disebut-sebut diduga terlibat namun kasusnya diendapkan.

 

Sebagaimana diketahui bahwa seluruh barang pengadaan telah berada di kantor gubernur pada saat dilakukan pelelangan sehingga proses lelang diduga hanya sebagai formalitas saja. Istri Gubernur Sulbar itu dibidik karena namanya tercatat dalam kuitansi pembayaran sebagai pemesan barang di salah satu toko di daerah Kapuk, Jakarta Barat.  

 

Yang menarik dari “bangun nya kasus ini setelah mati suri selama bertahun-tahun” adalah, Ny. Enny Aggraini Anwar berada diantara “BUI dan Senayan” pada Pemilihan Legislatif lalu terpilih sebagai Anggota DPR-RI dari partai Golkar Daerah Pemilihan Sulawesi Barat yang rencananya akan dilantik pada bulan Oktober 2014 mendatang.

 

Jika terbukti bersalah istri Gubernur itu akan menjalani sanksi di “Hotel Prodeo” dan sebaliknya jika dugaan keterlibatannya tidak dapat dibuktikan maka Enni Anggraeni akan tetap melenggang manis ke senayan sebagai Anggota DPR-RI terpilih.

 

Satu hal yang menarik, sebagaimana janji Anwar Adnan Saleh saat debat kandidat Cagub di salah satu stasiun TV Nasional di Jakarta (Tahun 2011) lalu “jika terpilih, saya akan mundur sebagai Gubernur jika saya dan keluarga saya terbukti ada yang terlibat korupsi,” kata Gubernur Sulbar berjanji.  

 

Dari sumber SKOR yang dapat dipercaya mengatakan “ada yang datang ke saya, kata sumber tersebut (meminta namanya tidak disebutkan) kasusnya akan saya laporkan, kata orang itu. “jangan” kata sumber Skor, “kita sedang menghadapi Pemilihan Gubernur Sulbar” cegah sumber yang diketahui pada saat itu sangat dekat dengan Gubernur. 

 

Lanjut Sumber Skor, “ agar istri gubernur tidak disentuh pihak Kejari, Gubernur diduga memberikan sejumlah uang dalam mata uang Dollar kepada dua orang Oknum Pejabat di Kejari Mamuju”.  Katanya kepada Skor.

 

Skor pada saat itu (tahun 2012, red) telah berusaha meminta klarifikasi Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju namun setiap kali mendatangi kantor kejaksaan, yang bersangkutan selalu tidak berada di tempat hingga akhirnya dipindahkan ke daerah lain.

 

Ketua Umum LSM Lembaga Informant Korupsi, Maskur Husain, SH saat dimintai tanggapannya di kantor DPP LIK, Duren Sawit Jakarta Timur “Kami akan mengawal kasus ini, penegak hukum harus menuntaskannya dan memberikan sanksi yang sama kepada semua pihak yang terlibat, termasuk istri Gubernur Ny. Enny Anggraeni” kata Maskur dan berjanji akan menggelar aksi demo ke KPK dan Kejagung dalam waktu dekat ini. Awi.01S

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com