,
27 April 2018 | dibaca: 699 pembaca
Kontribusi ASIAN GAMES 2018 Terhadap Perekonomian

Jakarta, skornews.com

 

Setelah 56 tahun berlalu, Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games pada 18 Agustus - 2 September 2018 mendatang.

 

Agenda olahraga empat tahunan negara-negara Asia yang mempertandingkan 40 cabang olahraga ini akan dipusatkan di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang. 

 

Indonesian Asian Games 2018 Organizing 
Committee (INASGOC) memperkirakan sebanyak 10.000 atlet dari 45 negara beserta 5.000 officials akan bersaing sehat dalam 462 pertandingan dengan dua juta penonton. 

 

Asian Games 2018 melibatkan 13.000 sukarelawan dan diperkirakan mampu mendatangkan 200 ribu wisatawan mancanegara serta diliput sekitar 7.000 media, baik lokal maupun internasional.

 

Tahap persiapan dan pelaksanaan Asian Games memberikan dampak terhadap 
perekonomian Indonesia, di antaranya meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga. 

 

Indonesia juga akan mendapat manfaat non ekonomi, diantaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku dan karakter masyarakat, meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk event internasional melalui partisipasi sukarelawan.

 

“Asian Games 2018 juga akan mendorong 
masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olahraga dan sportivitas serta meningkatkan profil Indonesia di mata internasional,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam 
Konferensi Pers Dampak Ekonomi Penyelenggaraan Asian Games 2018 dan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Gedung Widjojo Nitisastro, Kementerian PPN Bappenas, (26/4/18).

 

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 mencapai Rp 3,6 triliun dengan perincian pengeluaran sebesar 2,5 triliun rupiah di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70 persen dan 1,1 triliun rupiah di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30 persen.

 

Diestimasikan 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai 1,3 triliun rupiah sementara komponen terbesar kedua adalah transportasi sebesar Rp 640 miliar, makanan dan minuman sebesar Rp 628 miliar, pengeluaran belanja mencapai Rp 560 miliar dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp 280 miliar.

 

“Peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dicapai dengan menggencarkan promosi Asian Games dan wisata yang lebih tepat sasaran, memberikan fasilitas dan kemudahan masuk ke Indonesia bagi turis mancanegara, meningkatkan kemudahan akses ke venue untuk penonton lokal, menyiapkan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung, meningkatkan awareness wisatawan mancanegara tentang destinasi wisata, termasuk wisata kuliner dan budaya serta mengadakan event pariwisata pada saat Asian Games berlangsung,” terang Menteri Bambang.

 

Sementara itu, total perkiraan biaya konstruksi fasilitas pendukung Asian Games 2018, termasuk diantaranya pembangunan Gelora Bung Karno, Stadion Jakabaring, wisma atlet, dan Light Rapid Transit (LRT) mencapai Rp 34 triliun sedangkan biaya operasional penyelenggaraan Asian Games sebesar Rp 7,2 triliun. 

 

Dengan demikian, total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi dan biaya operasional, terhitung sejak 2015 hingga 2018, mencapai Rp 45,1 triliun. Namun, berkaca pada pengalaman negara lain, event olahraga internasional dapat pula berdampak negatif terhadap perekonomian tuan rumah akibat menumpuknya hutang dan pemanfaatan sarana olahraga di kemudian hari yang kurang optimal. Untuk mencegah dampak negatif terkait pemeliharaan dan penggunaan venue selepas Asian Games 2018 tersebut, diperlukan upaya peningkatan aktivitas/event olahraga sebagai bagian grand design peningkatan prestasi olahraga Indonesia, peningkatan awareness masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga, dan pemanfaatan venue olahraga untuk aktivitas lain di luar olahraga MICE (Meeting, Incentives, Conferences, & Exhibition). 

 

Salah satu contoh sukses pemanfaatan venue olahraga pasca event adalah seperti yang ditunjukkan oleh Palembang setelah penyelenggaraan SEA Games 2011. Pemda Palembang membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakabaring Sport City yang bertugas mengelola aset keolahragaan di Jakabaring secara profesional sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk event olahraga nasional dan internasional, maupun untuk digunakan masyarakat umum.

 

Menteri Bambang menegaskan bahwa hasil estimasi dampak langsung ekonomi Asian Games 2018 ini masih merupakan hasil tahap awal dari kajian yang dikerjakan Bappenas, dan diharapkan dampak ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 akan lebih besar lagi nanti dari hasil perhitungan data riil setelah dilakukan survey pada tahap berikutnya. ||red

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com