,
14 April 2016 | dibaca: 718 pembaca
Kompolnas Desak Bareskrim Percepat Penyidikan Kasus LED

MAROS, Skornews.com

Bupati Maros Ir. H.M Hatta Rahman MM nampaknya sulit untuk terbebas dari permasalahan hukum yang melibatkannya dalam kasus dugaan korupsi LED tahun 2011 yang lalu.

 

Menurut sumber Skornews di jakarta mengatakan berkas perkara kasus korupsi tersebut tidak lama lagi akan dilimpahkan ke Kejaksaan, apalagi Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) sudah bersurat ke Bareskrim Polri agar mempercepat proses penyidikannya sampai siap di sidangkan.

 

Perwakilan warga maros yang mengatasnamakan Gerakan Anti Korupsi, H. Aswar Amir saat dikonfirmasi (13/4) berharap agar kasus hukum Bupati Maros segera di sidangkan supaya memiliki kepastian hukum.

 

“Kami ingin para tersangka secepatnya di penjara jika terbukti merampok uang pengadaan lampu, maros harus bersih dari orang-orang koruptor” Tegasnya.

 

Sementara Sekretaris Kompolnas, Syapriadi Cut Ali beberapa waktu lalu mengatakan lembaganya akan melakukan asistensi atau pengawasan terhadap TIM penyidik yang menangani proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan barang/jasa lampu hias dan taman Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Maros tahun 2011.

 

Diakuinya penyelesaian kasus tersebut memang terkesan lamban karena penetapan tersangka sejak tiga tahun yang lalu, bukti-bukti sudah dikantongi oleh penyidik namun berkas perkaranya belum juga rampung.

 

Kompolnas sudah melayangkan surat kepada Kepala Bareskrim Mabes Polri dengan nomor B/32/Kompolnas/1/2016 perihal penanganan Tipidkor atas pengadaan barang/jasa pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Maros tahun 2011.

 

Dalam surat tersebut Kompolnas berharap Kabareskrim Polri melalui Dirtipediksus dapat segera mengambil langkah lanjutan, melakukan pemantauan dan atau koreksi atas kinerja penyidikan yang dilakukan oleh jajaran Dirtipideksus terhadap kasus ini, dan tidak lupa untuk menyampaikan SP2HP atas perkembangan penanganan kasusnya sehingga kinerja Bareskrim Polri akan semakin baik dan profesional dari waktu ke waktu.

 

Sebelumnya Kompolnas telah menerima pengaduan dari masyarakat maros perihal permintaan kepada Ketua Kompolnas untuk melakukan pengawasan terhadap TIM penyidik dalam kasus ini.

 

Setelah didalami dan memeriksa pengadu atas laporannya, pada intinya Bareskrim dianggap kurang profesional dalam menyelesaikan berkas perkara kasus tersebut, terutama muncul sebagai akibat tidak dilakukannya upaya paksa lanjutan para tersangka walaupun para tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik, hal ini telah menimbulkan berbagai spekulasi atas keadaan yang janggal ini, apalagi sesuai informasi pengadu, para tersangka bahkan sesumbar telah menemui Kabareskrim untuk menyelesaikan kasusnya.

 

Dalam kasus ini selain Bupati Maros yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga orang lainnya adalah pejabat pemda dan satu orang lagi adalah anggota DPRD Kab. Maros, para tersangka yaitu Abd. Rahman, H. Muh. Nawir, Hatta Rahman, H. Rusli Rasyid dan Rahmat Bustar.

 

Reporter : Rauf

Editor : Arman

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com