,
09 November 2018 | dibaca: 181 pembaca
Kinerja Komoditas Perkebunan Terus Meningkat

Konfrensi Pers Ditjenbun terkait kinerja komoditas perkebunan tahun, 2014-2018. (9/11)

Jakarta, skornews.com


Produksi perkebunan saat ini menunjukkan prestasi yang pesat terhadap PDB dan kinerja ekspor yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun terakhir, peningkatannya bahkan sebesar 26,5% atau lebih dari Rp 100 triliun disaat kondisi perekonomian global sedang tidak menentu dan Indonesia sedang membutuhkan peningkatan kinerja ekspor. 


Saat produksi sektor lain sedang menurun, produksi hasil perkebunan tampil memberikan sumbangsih besar terhadap pertumbuhan ekonomi disaat negara membutuhkan peningkatan kinerja ekspor untuk menguatkan rupiah terhadap pergerakan dollar.  

 


Transparansi ijin usaha perkebunan saat ini juga menjadi perhatian Ditjen Perkebunan, suatu Sistem Informasi Perkebunan (SISBUN) yang menyediakan informasi dan data tentang perijinan perkebunan.


Dirjen Perkebunan telah membuat suatu sistem informasi, bekerjasama dengan semua pihak termasuk pelaku usaha perkebunan dalam rangka menuju tata kelola perkebunan benar-benar taat azas, taat aturan," kata Dirjen Bambang saat Konfrensi pers di Kantor Ditjen Perkebunan, Kementan (9/11).


Inovasi perkebunan tetap terus dikembangkan disamping menjamin ketersediaan bibit/benih/entris bersertifikat, dan membina pengusaha bidang perbenihan sehingga tersedia benih berkualitas

 


Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sedang mendorong implementasi tata kelola kelapa sawit yang baik sesuai ketentuan melalui sistem Sertifikasi Sustainable Palm Oil (ISPO) dan menargetkan seluruh perkebunan kelapa sawit baik perkebunan besar maupun perkebunan rakyat agar bersertifikat ISPO.


"ISPO adalah sistem sertifikasi pertama di dunia yang kita mulai dari kelapa sawit, dari 14 juta ha. Perkebunan sawit di Indonesia, baru 20,48% bersertifikat ISPO atau seluas 2,349 juta ha. Dengan produksi CPO 10,2 juta ton/ha.


Selain itu, Ditjen Perkebunan sedang mengembangkan agro wisata dan wisata alam yang berbasis perkebunan misalnya di Lombok Utara tersapatbwosata air terjun, disepanjang perjalanan menuju objek wisata tersebut dibangun dan dikembangkan kegiatan komoditas perkebunan.


"Kita mendorong pemerintah daerah untuk mendata dan mengembangkan potensi wisata alam di daerahnya dan kita bantu dengan penataan dan pengembangan agro wisata" terang Dirjen Bambang.

 

ISPO adalah program dan tupoksi Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan tapi dalam pelasanaannya membutuhkan bantuan Kemenko Perekonomian agar dunia usaha bisa mendapatkan sertifikasi ISPO. Misalnya, wilayah kawasan, gangguan usaha, HGU dll. yang melibatkan kementerian dan lembaga lainnya. ||Awi

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com