,
16 September 2014 | dibaca: 2584 pembaca
Kepala Sekolah SMPN 1 Sepatan Timur Langgar Permendiknas

Gerbang Sekolah SMPN 1 Sepatan Timur

skornews, Tangerang

Penjualan Buku Paket Lembar Kerja Siwsa (LKS) di lingkungan sekolah wilayah Kecamatan Sepatan Timur, Kab. Tangerang rupanya belum seluruhnya efektif diikuti, seperti yang terjadi di SMPN 1 Sepatan Timur. Sebelumnya diduga Sekolah tersebut melakukan pungutan liar yang di alih-alihkan sebagai pembayaran praktek  komputer, buku LKS dan seragam sekolah dengan anggaran sebesar Rp 250.000 yang disetorkan melalui koperasi sekolah. Kebijakan tersebut memang inisiatif Aip Ekusdi Sjibli, M, M.Pd selaku kepala sekolah untuk melakukan penjualan buku LKS kurikulum 2013 kepada siswa, sedangkan kepala Dinas Pendidikan Kab.Tangerang sendiripun belum mengeluarkan buku paket kurikulum untuk tingkat SMP.

 

Berdasarkan penghimpunan data di lingkungan sekolah SMPN 1 Sepatan Timur, bahwa adanya penjualan buku LKS ini murni dilakukan kepala sekolah, baik guru ataupun komite tidak diberitahukan sebelumnya, bahkan untuk rapat orang tua wali murid juga hingga kini belum ada. Kepala sekolah hanya membuat surat permohonan kepada wali murid. Berdasarkan sumber  yang SKOR dapatkan dari LSM PERWIRA, seharunya hal tersebut dunjukan kepada komite sekolah.

 

”seharusnya pihak sekolah ditunjukan kepada komite sekolah karena ini bukan wewenang pihak sekolah, jangan diberikan kekoperasi langsung tanpa adanya musyawarah kepada para wali murid dan koperasi sekolah pun harus berbadan hukum yang jelas, apalagi itu bukan berada di wilayah lingkungan sekolah. Karena menurut Permendiknas Nomor 2 Tahun 2008 sekolah dilarang menjual buku paket atau LKS” ungkap Rohmat.

 

Lebih lanjut Rohmat mengatakan, Tugas dari sekolah adalah melaksanakan belajar dan mengajar bukan menjual Buku LKS atau Seragam Sekolah. Karena itu tugas dari komite sekolah untuk di memusawarahkan terlebih dahulu tentang kekurangan dari sekolah, bukan melemparkan surat permohonan kepada wali murid” Tegasnya.

 

Selain itu Kepala Sekolah SMP Satu Atap Ranca Labuh juga mengatakan, dalam Kurikulum 2013 tidak boleh menjual buku dalam Jenis apapun dan dalil apapun, buku yang di berikan oleh Dinas itupun tidak boleh dijual, tetapi di pinjamkan. Buku itu juga harus terbitan PT Temprina Media Grafika sebagai pemenang tender untuk pengadaan Buku kurikulum 2013, itu sudah ketetapan dari hasil rapat dengan Dinas Provinsi pada saat itu.” Ungkapnya. Ladien/Nursiah.

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com