,
30 Maret 2016 | dibaca: 993 pembaca
Kawasan Minapolitan Maros Jadi Kawasan Mesum
Proyek PPI Bonto Bahari Mubazir

MAROS, Skornews.com

Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Bonto Bahari Kabupaten Maros Provinsi Salawesi Selatan hingga kini belum juga dioperasikan, padahal proyek yang dimulai tahun 2008 itu sudah menghabiskan dana APBN dan APBD yang cukup besar, bahkan hingga tahun 2015 proyek itu terus mendapat kucuran dana APBN puluhan miliar rupiah.

 

Akibat belum dioperasikan, sejumlah fasilitas dikhawatirkan rusak sebelum difungsikan. Bahkan kawasan PPI yang diperuntukkan sebagai fasilitas pendukung Kawasan Minapolitan dijadikan kawasan mesum dan arena balap liar dimalam hari.

 

Awal didirikan PPI itu sudah tercium aroma busuk korupsi berjamaah yang dilakukan oleh pemerintah dan kroni-kroninya, itu terbukti dengan tidak dilakukannya sosialisasi Amdal kepada warga setempat dan pemilik lahan empang.

 

Proyek itu terkesan dipaksakan hanya menjadi lahan bancakan oknum pejabat Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Kabupaten Maros sebagai leading sektor proyek itu bekerjasama dengan pihak rekanan.

 

Tak heran proyek itu mangkrak dan mubazir hanya menghambur hamburkan uang Negara dan terkesan dikerjakan asal asalan sehingga tidak jelas manfaatnya kepada masyarakat setempat.

 

Mulai dari posisi tempat pembangunan PPI serta tidak adanya kajian kelayakan kapal kapal besar yang akan berlabuh ke pelabuhan tersebut karena dangkalnya permukaan laut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Skornews di lokasi PPI Bontoa, banyak warga yang tidak setuju dengan pembangunan PPI tersebut. Salah satunya warga yang mengaku pemilik tambak berinisial HT mengungkapkan kekesalannya atas kondisi proyek PPI itu yang disebutkan hanya menjadi tempat maksiat.

 

“Ini hanya menjadi tempat maksiat di malam hari, arena balapan liar, serta tidak jelas dan kapan digunakan untuk kepentingan masyarakat lokal” Ujarnya.

 

Menanggapi hal itu Direktur Eksekutif LSM lempar Salewangang, Syaiful Islam mendesak pemerintah agar segera meresmikan PPI itu dan digunakan sesuai peruntukannya.

 

Syaiful menambahkan, pada proyek ini ada beberapa fasilitas yang akan rusak apabila tidak dimanfaatkan secepatnya salah satunya adalah Mesin dan alat alat penyulingan air asin menjadi air tawar apabila itu hanya disimpan dan tidak dimanfaatkan.

 

“Apabila pemerintah daerah dalam hal ini tidak merespon persoalan ini maka kami akan menyurat kepada kementerian perikanan dan kelautan mempertanyakan kenapa sampai hari ini tidak difungsikan dan apa yang menjadi pokok persoalannya” Tegas Syaiful.

 

Hingga berita ini ditulis Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros belum berhasil dikonfirmasi sementara pejabat lain pada Dinas perikanan tidak berani memberikan tanggapannya.

 

Reporter : Azis

Editor : Arman

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com