,
14 Desember 2016 | dibaca: 1160 pembaca
Kasus Korupsi “Melempem” MAKI Tempuh Praperadilan

Suasana sidang perdana gugatan praperadilan penyidikan kasus dugaan korupsi lampu jalan tahun 2011 Kab. Maros, selasa (13/12) di PN Jakarta Pusat antara LSM Pekan 21 dan MAKI vs Kepala Bareskrim Polri

MAROS, skornews.com

 

Perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan lampu penerangan jalan umum Kab. Maros Tahun, 2011 yang diduga melibatkan Bupati Maros, Hatta Rahman (HR) memasuki babak baru.

 

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengaku telah mengajukan gugatan praperadilan kepada Kepala Bareskrim Polri karena tidak kunjung melimpahkan berkas perkara korupsi lampu jalan Kab. Maros ke Kejaksaan meski sudah disidik sejak tahun yang lalu.

 

Sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berlangsung Selasa (13/12) dengan Hakim tunggal, Syamsul Edy dan Panitera Pengganti, Sarjono namun terpaksa ditunda sampai 3 Januari 2017 mendatang karena termohon (Kepala Bareskrim Polri) tidak hadir dalam persidangan.

 

“Saya kecewa Kepala Bareskrim tidak hadir,” ujar Boyamin Saiman.

 

Ditambahkan, “penegak hukum harus memproses perkara korupsi di Kab. Maros karena perkara korupsi sejatinya lebih didahulukan penanganannya dibanding perkara lain karena itu saya tempuh jalur praperadilan,” tutur Boyamin.

 

Terkait gugatan praperadilan tersebut, aktifis LSM Pekan 21 Amir Kadir saat dikonfirmasi menerangkan bahwa Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ditunjuk oleh lembaganya sebagai kuasa hukum untuk mendampinginya dalam sidang praperadilan melawan Kepala Bareskrim Polri,

 

“Sepertinya sengaja diperlambat proses penyidikan kasus korupsi lampu jalan ini, padahal warga Maros berharap kasus tersebut secepatnya masuk pengadilan hingga mendapatkan kepastian hukum dan para koruptor tersebut dijebloskan ke penjara,” kata Amir Kadir.

 

Bupati Maros Hatta Rahman yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPD PAN Kab. Maros ditetapkan menjadi tersangka korupsi dalam proyek pengadaan lampu penerangan jalan umum bernilai Rp 1,4 Miliar Tahun Anggaran 2011 oleh Bareskrim Polri pada Desember 2015, hal itu sesuai Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/360/VIII/2015/Dit Tipideksus Bareskrim Polri.

 

Hatta Rahman sebagai salah satu tersangka korupsi tidak pernah menghadiri panggilan penyidik dan polisi tidak juga melakukan upaya paksa kepada tersangka.

 

Sekretaris Umum DPD PAN Kab. Maros, H. A.S, Chaedir Syam, S.IP menanggapi sidang praperadilan tersebut melalui pesan singkat (whatsApp) mengatakan bahwa Bupati Maros untuk kasus hukum yang dijalaninya tidak mau berkomentar dan memilih bungkam. //RM,S.585

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com