,
09 Januari 2018 | dibaca: 435 pembaca
Kandidat “Curang” Di Pusaran Pilkada

Jakarta, skornews.com

 

Calon Kepala Daerah yang menghalalkan segala cara untuk berkompetisi dalam Pilkada adalah awal lingkaran “setan” korupsi. Manipulasi berkas persyaratan administrasi pencalonan serta politik uang (money politic) seringkali mengotori pendidikan politik kepada masyarakat.

 

Pilkada Mimika Tahun 2013 lalu adalah contoh buruk perilaku kandidat, pemalsuan Ijazah oleh Bupati terpilih (saat itu) menjadi sejarah buram demokrasi tanah air yang akhirnya melahirkan aspirasi masyarakat menuntut pembentukan Pansus Angket DPRD Mimika dan berimbas pemakzulan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA) dengan dikabulkannya permonan Uji Pendapat terhadap Keputusan DPRD Mimika pada 3 Februari 2017 dengan Putusan Nomor 01 P/KHS/2017 (dikutif dari website MA).

 

skornews mengutif sejumlah poin permohonan DRRD Mimika yang keseluruhannya dikabulkan Mahkamah Agung RI, yakni penggunaan ijazah palsu, melanggar sumpah/janji jabatan, perjalanan keluar negeri tanpa izin menteri.

 

Ijazah Palsu tersebut  bernomor 18 OA ob 0074657, SMPN 9 Jayapura, atas nama Eltinus Omaleng, ditanda-tangani Kepala Sekolah, Dra. Yuyun Nariah pada tanggal 30 Mei 1991. kemudian Ijazah nomor 18 OB oc 0806410, SMAN 3 Jayapura (kini SMAN 1 Sentani), ditandatangani Kepala Sekolah, Drs. Dwi Martono pada tanggal 23 Mei 1995.

 

Faktanya, yang bersangkutan tidak pernah sekolah di sekolah dimaksud. Kepala Sekolah yang menandatangani ijazah belum menjabat pada saat ijazah tersebut ditandatangani dan nomor seri ijazah tercatat atas nama orang lain (sumber: dikutif dari direktori putusan MA).

 

Selain itu, kecurangan sejak awal akan berdampak pada perilaku Money politic yang menggiurkan dan saat terpilih akan berusaha mengembalikan modalnya sehingga akan melakukan korupsi dan kolusi untuk mendapatkan projek-projek dari posisi “basah”.

 

Uang rakyat dikorupsi, penyeleggaran pemerintahan asal-asalan, tidak terciptanya pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

 

Aktivis Pemuda pemerhati Pilkada Papua, Bowo mangundiharjo menyampaikan keprihatinannya atas masih adanya perilaku buruk kandidat yang seringkali menghalalkan segala cara memenangkan Pilkada.

 

“Diharapkan kandidat Kepala Daerah pada Pilkada serentak 2018 ini agar memenuhi segala  persyaratan dengan jujur dan berkompetisi secara sehat serta mengedepankan politik santun agar tercipta pilkada aman dan damai,” kata bowo saat berkunjung di kantor redaksi skornews, (8/1/18). ||Jiman

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com