,
07 April 2016 | dibaca: 1401 pembaca
Jejak Korupsi Hatta Rahman di Pasar Tramo

Gerbang Pasar Tramo serta lantai dan dinding yang retak

MAROS, Skornews.com

Pembangunan Pasar Tradisional Modern (Tramo) dinilai hanya sebagai proyek menghambur hamburkan uang negara. Pasalnya proyek yang dimulai sejak tahun 2009 itu hingga saat ini belum rampung bahkan terkesan terbengkalai, padahal sudah menghabiskan dana puluhan miliar rupiah.

 

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun Skornews, pada tahun 2015 atau selama 7 tahun pembangunan proyek itu tercatat sudah menggunakan anggaran sebesar Rp40 miliar dana APBN dan APBD Kabupaten Maros.

 

Namun hingga saat ini belum juga selesai, ironisnya kondisi dinding bangunan sudah banyak yang retak, lantai pecah dan sejumlah kios rusak sebelum digunakan. Anggaran yang besar tidak sesuai dengan fisik pekerjaan sehingga diduga proyek pasar itu memang hanya dijadikan sebagai ladang korupsi bagi pejabat, baik itu pejabat dimasa kepemimpinan A. Nadjamuddin dan Hatta Rahman di periode pertama.

 

Menurut warga yang tinggal disekitar proyek tersebut, pembangunan pasar itu mandeg karena terlalu banyak anggarannya yang dikorupsi, warga juga menyayangkan bangunan pasar tramo itu kini hanya dijadikan sebagai tempat mesum pada malam hari.

 

“Polisi dan Kejaksaan harus mengusut kasus dugaan korupsi pasar tramo, semua oknum-oknum yang terlibat korupsi baik dimasa kepemimpinan Bupati sebelumnya dan Bupati Maros yang menjabat saat ini harus ditangkap apabila terbukti” Pinta warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Sejumlah pedagang pasar sentral Kabupaten Maros yang dikonfirmasi Skornews (6/4) mengatakan sebetulnya proyek pasar itu dari awal sudah bermasalah, pemerintah tidak pernah mensosialisasikan sebelum dibangun.

 

Menurut para pedagang, pasar Tramo itu dibangun untuk merelokasi pedagang dari pasar sentral namun para pedagang tidak pernah setuju untuk dipindahkan.

Daeng Ancu salah satu perwakilan pedagang pasar sentral mengatakan, bahwa pasar Tramo itu adalah proyek ambisius Bupati Maros dan Mantan Bupati sebelumnya, pasalnya pasar sentral maros sejak lama sudah diwacanakan akan digusur pemerintah.

 

“Tetapi karena kami menolak sehingga pada tahun 2001 dan 2003 pasar ini mengalami kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh unit kios” Kenang Daeng Ancu.

 

Ia mengaku mendapat informasi kebakaran yang menimpa pasar sentral kabupaten maros saat itu sengaja dibakar yang diduga ulah Pemerintah Daerah agar pedagang bersedia nanti dipindahkan, namun pengusutan kasus itu mandul ditangan Kepolisian.

 

Kabag Humas Pemkab Maros, Kamaluddin Nur dalam keterangannya kepada awak media baru baru ini mengatakan, tahun ini Bupati Maros mengucurkan lagi dana 3,9 miliar dari APBD 2016, anggaran tersebut untuk membangun 20 unit kios tambahan sebagai bangunan pendukung.

 

“Kami targetkan tahun ini proyeknya rampung dan sudah bisa difungsikan” Ujar Kamaluddin

 

Pasar Tramo yang terletak di Kelurahan Pettuadae Kecamatan Turikale itu sebelumnya adalah pasar tradisional program Mantan Bupati Maros periode 2005-2010, A. Nadjamuddin Aminullah kemudian setelah Hatta Rahman menjabat Bupati Maros pada tahun 2011 pasar tradisional itu disulap menjadi pasar tradisional bertaraf modern.

 

Reporter : Rauf

Editor : Arman

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com