,
07 Agustus 2018 | dibaca: 138 pembaca
Istana Perlu Menata Diksi Komunikasi Politik

Direktur Eksekutif EmrusCorner, Dr. Emrus Sihombing

Jakarta, skornews.com

 

Ditengah wacana #2019gantipresiden dan munculnya #DuaPeriodePresiden menjelang pendaftaran Paslon Capres-Cawapres sangat tidak bermanfaat bagi rakyat dengan muncul pernyataan dengan pilihan diksi yang kurang tepat.

 

“Lawan, Libas", diksi ini sangat tidak produktif bahkan berpotensi kontraproduktif. Pemakaian kata "lawan" dan "libas" biasanya muncul ketika ada gangguan atau ketegangan dalam suatu kelompok sosial tertentu.

 

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif EmrusCorner, Dr. Emrus Sihombing. Menurutnya, kata Lawan dan libas tidak pernah digunakan dalam suasana (kesejukan) komunikasi suatu komunitas sosial.

 

Karena itu, diksi seperti lawan dan libas sangat tidak tepat baik dari segi timing maupun konteks ke-Indonesiaan-an kita dulu, kini dan nanti.

 

Emrus Sihombing mencontohkan sosok yang mengenakan baju dominan warna kuning menyampaikan dengan lantang dukungan terhadap seseorang apalagi menyebut nama suatu perguruan tinggi.

 

"Yang menarik, disamping sosok berbaju kuning tersebut ada tokoh senior nasional dengan raut wajah penuh kehatian-hatian dengan jari kedua tangan terlipat di depan sedikit di bawah peru, posisi tokoh tersebut tampak sebagai orang yang harus menuruti pesan komunikasi politik yang disampaikan," kata Emrus.

 

Emrus menyayangkan kehadiran tokoh nasional itu karena dapat menimbulkan berbagai persepsi yang kurang produktif dari publik bagi tokoh yang bersangkutan.

 

Berbeda dengan TGB, setiap pesan komunikasi yang dilontarkan sangat efektif dan sejuk, "berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang karena kita tidak sedang berperang, kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan," kata TGB yang dikutip Emrus Sihombing sebagai teladan. 

 

Berdasarkan dua pola komunikasi diatas, dari aspek komunikasi politik dapat dipastikan akan menimbulkan efek yang berbeda. Pola komunikasi yang dilakukan TGB dirasakan lebih menimbulkan kenyamanan, kebersamaan, ketenangan, simpati dan pluralis di tengah masyarakat pluralisme.

 

"Untuk itu, sebagai Komunikolog, saya berharap Istana segera melakukan konsolidasi internal mewujudkan komunikasi politik yang sejuk. "Wajah" Istana harus mengedepankan komunikasi dialogis utamanya di tahun politik ini agar kebersamaan dalam kebhinnekaan dan ke-Indonesia-an tetap terjaga, Salam NKRI," kata Direktur Eksekutif EmrusCorner, Dr. Emrus Sihombing dalam rilisnya yang diterima skornews. ||Awi

 

Komunikolog, Dr. Emrus Sihombing

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com