,
23 November 2018 | dibaca: 175 pembaca
Indonesia-Australia Kerjasama Tingkatkan Tatakelola Sumber Daya Air

Jakarta, skornews.com

 

Sebagai bagian proses perencanaan pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas sedang melakukan penyusunan background study RPJMN Tahun, 2020-2024 bidang sumber daya air. 

 

Terdapat 7 program unggulan, (1) smart water management, (2) water for food security and nutrition, (3) multipurpose storage for water, food, flood and energy, (4) disaster resilience infrastructure, (5) north java integrated coastal development, (6) water safety plan dan (7) green infrastructure.

 

Pasca pembatalan UU No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi dan kembali ke UU No. 11/1974 tentang Pengairan.

 

 

pengelolaan sumber daya air di Indonesia belum mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air saat ini maupun masa depan. 

 

Dari sisi anggaran, keterbatasan kemampuan pemerintah serta belum optimalnya pengaturan kelembagaan pengelolaan sumber daya air berimplikasi belum maksimalnya upaya pengembangan, konservasi, penanganan kualitas air dari polusi serta operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. 

 

Beragamnya pemangku kepentingan juga menyebabkan sinergi pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir dan antar tingkatan pemerintah menjadi satu tantangan tersendiri.

 

Tantangan tersebut menyebabkan tidak optimalnya pelayanan sumber daya air kepada masyarakat, pemenuhan air baku yang ditargetkan sebesar 118 m3/detik hanya tercapai 58 persen dan pencapaian itu tidak merata antar wilayah. 

 

Dari sisi pengembangan sumber daya air untuk ketahanan pangan, pembangunan jaringan irigasi baru sebesar 1 juta ha. masih belum dapat dicapai pada akhir periode RPJMN ketiga.

 

Tingginya biaya yang timbul akibat bencana terkait air dan penurunan tanah di sebagian besar kota pesisir merupakan tantangan lain yang harus segera dijawab bersama.

 

 

“Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan upaya percepatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sumber daya air untuk melakukan debottlenecking masalah pengelolaan dan pelatihan pengelolaan secara terpadu sebagai bentuk kolaborasi kerjasama Indonesia dan Australia bagi seluruh pemangku kepentingan agar memiliki visi misi pengelolaan sumber daya air yang sama,” terang Direktur Pengairan dan Irigasi Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris dalam sambutannya pada acara Workshop Strengthening Indonesian Water Governance in 2020-2024 di Hotel Sari Pacific, Jakarta yang dihadiri Mr. Richard McLoughlin dari Departement of Agriculture and Water Resouces (DAWR) Australia, (23/11).

 

Workshop bersama antara Kementerian PPN/Bappenas dan DAWR Australia ini merupakan tindak lanjut kerjasama Indonesia-Australia sejak ditandatanganinya MoU kedua negara pada September 2017. 

 

Kegiatan berlangsung dua hari, membahas manajemen tata kelola sumber daya air terkait regulasi dan teknologi terkini dan pengembangan bendungan multiguna. 

 

“Harapan dari pelaksanaan workshop ini adalah tercapainya kesepakatan biparty antara Indonesia dan Australia dalam berbagai proyek kolaborasi di bidang pengelolaan sumber daya air. Saya berharap workshop ini dapat memberi masukan tata kelola sumber daya air di Indonesia secara terpadu dari hulu hingga hilir, baik dari aspek regulasi, kelembagaan, manajemen operasi dan pemeliharaan, manajemen konservasi, kerjasama pemerintah dan swasta, serta teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di Indonesia,” pungkas Abdul Malik. ||Nisa (Cita Adelia)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com