,
11 Juli 2018 | dibaca: 138 pembaca
IDF 2018: Terobosan Mengatasi Kesenjangan

Jakarta, skornews.com

 

Kementerian PPN/Bappenas didukung Knowledge sector initiative (Indonesia - Australia) menggelar Indonesia Development Forum (IDF) 2018, 10 - 11 Juli di Jakarta.

 

IDF 2018 merupakan wadah diskusi bertaraf internasional untuk mendiskusikan isu strategis dan agenda     prioritas pembangunan Indonesia, sekaligus mencari solusi inovatif yang sesuai dengan konteks pembangunan di Indonesia. 

 

Pada tahun keduanya, IDF mengangkat tema “Terobosan untuk Mengatasi Kesenjangan Antarwilayah di Seluruh Nusantara” dan bertujuan untuk mewadahi pemerintah Indonesia, akademisi,    masyarakat sipil, mitra pembangunan dan masyarakat secara umum untuk mengumpulkan perspektif pembangunan lintas disiplin. 

 

Tema tersebut dijabarkan ke dalam tujuh subtema, yakni: (1) Pengembangan Pusat Pertumbuhan: Tantangan & Praktik Baik, (2) Upaya Mengurangi Kesenjangan Daerah Tertinggal dan Perbatasan, (3) Perbaikan Pelayanan Dasar untuk Mengurangi Kesenjangan Wilayah, (4) Memanfaatkan Potensi Ekonomi Digital untuk Mendorong Pembangunan Daerah, (5) Penguatan Konektivitas Indonesia Sebagai Negara Kepulauan; (6) Inovasi dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah, (7) Pengoptimalan Sumber Pendanaan Pembangunan. 

 

Penyelenggaraan IDF 2018 juga masih mengusung semangat tema IDF sebelumnya, yakni “Memerangi Ketimpangan untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik”.

 

Tema yang diusung tahun ini juga sejalan dengan salah satu agenda Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo, yaitu "membangun Indonesia dari pinggiran" dengan menguatkan sisi    sosial, ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal dan kepulauan. Pasalnya, Pemerintah Indonesia menyadari dampak dari kesenjangan antar wilayah terhadap lintasan pertumbuhan Indonesia. 

 

Bukti yang jelas terlihat adalah perbandingan pertumbuhan di Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya, antara provinsi di wilayah barat dan timur serta pertumbuhan di perkotaan dan pedesaan.    

 

Dalam IDF 2018, pemerintah Indonesia melibatkan diskusi intens antara pemerintah lokal, sektor swasta, masyarakat umum dan segenap mitra-mitra pembangunan untuk memperbaiki keterhubungan dan akses terhadap     pelayanan dan kesempatan ekonomi di wilayah Timur Indonesia.

 

“Kesenjangan antar wilayah merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multisektor. Pada IDF tahun ini, perangkat pemerintah, para peneliti, pelaku bisnis, masyarakat umum, para pemuda dan para pemangku kepentingan lainnya dalam sektor pembangunan dapat saling berinteraksi dalam dialog terbuka mengenai tantangan kesenjangan antar wilayah dan mencari solusi terbaik berbasis bukti untuk mengatasinya serta memetakan pendekatan-pendekatan baru dan    inovatif, terang Bambang Brodjonegoro.

 

Selain antar wilayah, ketimpangan terjadi antara kawasan perkotaan dan     perdesaan. Keduanya memiliki kualitas pelayanan dasar yang tidak setara. Padahal, hal ini sangat krusial bagi produktivitas ekonomi dan kesejahteraan sosial penduduk.    

 

Paradoks ini diprediksi akan makin lebar pada masa mendatang sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah lebih besar. Ketimpangan wilayah yang terus berlanjut akan memperlemah suatu daerah, akibat dari pengurasan sumber daya oleh daerah yang lebih maju serta berpindahnya penduduk usia produktif dari daerah tertinggal.

 

Fenomena yang saat ini mengemuka di Indonesia, ketimpangan wilayah terjadi antarwilayah dan intra wilayah. Untuk mengatasinya, strategi yang selama ini diimplementasikan mengarah pada pembangunan dengan karakteristik wilayah tertentu, yaitu:

 

1. Pembangunan     wilayah     dengan     potensi     dan daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional     yang tinggi, dengan menitikberatkan pada percepatan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan perkotaan metropolitan.

 

2. Pembangunan    wilayah dengan skala ekonomi wilayah dan ekonomi lokal yang potensial dengan menitikberatkan pada pembangunan pusat kegiatan wilayah atau lokal, kawasan perdesaan dan kota-kota sedang.

 

3. Pembangunan wilayah dengan infrastruktur dan pelayanan dasar yang tertinggal, yang menitikberatkan pada pembangunan di daerah tertinggal, kawasan perbatasan, daerah kepulauan dan kawasan timur Indonesia.

 

Strategi itu dijalankan untuk mengatasi berbagai isu utama pembangunan yang menimbulkan ketimpangan wilayah yang meliputi: (1) konektivitas dan aksesibilitas yang tidak merata, (2) pelayanan dasar yang tidakmerata, (3) pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) lokal dalam pembangunan yang tidak optimal yang juga dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik wilayah, (4) tidak optimalnya pembangunan wilayah dengan keragaman kultur dan sosial budaya masyarakat, (5) kebijakan afirmasi dan pendanaan pembangunan yang kurang merata, (6) persebaran pusat-pusat pertumbuhan yang tidak merata.

 

Ide dan inovasi yang diajukan dalam IDF 2018 diharapkan dapat mendukung    upaya pemerintah dalam mengembangkan solusi kebijakan berbasis bukti untuk menanggulangi permasalahan kesenjangan antar wilayah.    

 

Rekomendasi pembangunan yang dihasilkan IDF akan dikembangkan menjadi perencanaan matang     yang dapat diimplementasikan secara langsung oleh para pembuat kebijakan, menjadi masukan penting bagi penyusunan RPJMN 2020–2024. 

 

IDF 2018 menghadirkan lebih dari 250 pembicara bertaraf nasional dan internasional, lebih dari 95 makalah dan presentasi yang telah diseleksi dari 580 peserta dari seluruh dunia mengenai berbagai topik yang melingkupi pusat-pusat pertumbuhan, mempersempit celah di wilayah pinggiran, meningkatkan pelayanan mendasar, inovasi dalam pemerintahan lokal, pertumbuhan ekonomi digital, perbaikan konektivitas hingga optimalisasi sumber pendanaan pembangunan yang efektif dan inovatif.    

 

“Kami yakin IDF dapat menginspirasi lahirnya inisiatif baru untuk membantu mengatasi kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Australia berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya tersebut dengan terus berkolaborasi bersama mitra-mitra kami di Indonesia dan lingkup internasional,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan.    

 

Peserta bertukar ide langsung dengan para ahli dan praktisi dalam sesi interaktif,Pada sesi “Inspire” menekankan pada praktik-praktik terbaik dari Indonesia dan negara-negara lainnya guna menemukan langkah-langkah terbaik dalam menanggulangi kesenjangan antar wilayah. 

 

Sesi “Imagine” mendorong peserta untuk mengimajinasikan masa depan Indonesia yang lebih inklusif, progresif dan berkelanjutan sementara sesi “Ideas and Innovations Marketplace” menghadirkan solusi-solusi terbaru untuk menanggulangi tantangan pembangunan dan pada sesi “Initiate” membahas perencanaan dan strategi penanggulangan kesenjangan    antarwilayah. ||awi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com