,
25 Februari 2020 | dibaca: 462 pembaca
Ibukota Baru Dan Industri 5.0

Penggagas Ekonomi Jalan Baru, Hastoruan (ke-2 kiri)

SKOR News, Jakarta – Penyedia jasa server tanah air harus bersiap menghadapi era revolusi industri 5.0 sebab era 4.0 kemungkinan segera berakhir. 

 

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie mengatakan, PT Telkom merupakan perusahaan komunikasi terdepan di tanah air. Makanya, perusahaan plat merah itu harus berinovasi merambah berbagai perkebangan teknologi informasi yang belum terjamah.

 

"Telkom sebagai penyedia jasa server harus bergerak maju (move on)," katanya dalam diskusi bertajuk "Tantangan Telkom Menghadapi Industri 5.0” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/20).

 

Para punggawa Telkom harus meningkatkan kepedulian demi kemajuan perusahaan yang menaunginya, "banyak orang yang unggul dan hebat tapi kalau tetap pada tradisi lama kita akan tertinggal," kata Jerry.

 

Jerry melanjutkan, untuk mewujudkan PT Telkom Indonesia, Tbk. yang berdaya saing di revolusi industri 5.0, sumber daya manusia dan kegiatan usaha berbasis teknologi haruslah dimanfaatkan dan diperkuat. 

 

"Jepang saja dari 10 ribu tenaga kerja, memiliki 1.560 robot. Jangan sampai tenaga kerja dikuasai robotic. Technology learning diperkuat dan smart factory biar kita siap menuju era 5.0," terang Jerry. 

 

Founder Indonesia Maju Institute, M. Lukman Edi yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang komunikasi tentunya diharapkan mampu dan handal menyongsong revolusi industri 5.0. 

 

Selain itu, Telkom pun harus bisa merambah persoalan kemasyarakatan, utamanya persoalan-persoalan yang selama ini jauh dari perhatian seperti membantu pemerintah dalam menyelesaikan kesenjangan pendidikan dan kesehatan antara perkotaan dan pedesaan. 

 

"Harus ada langkah teknis dan strategis sehingga internet dapat bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak," jelas Lukman Edi.

 

Menurut Lukman Edi, Telkom harus diberi anggaran yang cukup untuk melakukan berbagai riset demi mendapatkan program-program yang lebih inovatif.

 

"Telkom harus dikasih uang yang banyak untuk mengadakan berbagai riset, kalau tidak siap bakal tergilas oleh zaman. Masyarakat juga harus disiapkan kalau tidak akan tergilas oleh zaman," kata M. Lukman Edi.

 

 

Selain kedua nara sumber diatas, hadir juga Penggagas Ekonomi Jalan Baru, Hastoruan. Dia menyampaikan pertama, era industri 5.0 tidak bisa lepas dari industri 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0. Oleh karena itu Indonesia harus menuntaskan terlebih dahulu penguasaan industri 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0.

 

“Jika keempat revolusi industri itu sudah dikuasai dengan baik, maka Telkom akan memiliki pondasi yang kuat menghadapi revolusi industri 5.0,” terang Hastoruan.

 

Kedua, untuk masuk dalam industri 5.0 butuh biaya investasi yang besar. Untuk itu, negara butuh sumber pendapatan baru, jangan sampai rencana pengembangan Telkom berkiprah pada industri 5.0 justru hanya menambah beban anggaran negara, misalnya Penyertaan Modal Negara (PMN).

 

Ketiga, mindset pelaku bisnis dan Pemerintah harus diubah bahwa saat ini harus menitikberatkan membangun everything about negara dan masyarakat dengan platform ekonomi digital. Bukan lagi ekonomi konvensional. Pemerintah harus sadar bahwa mencari uang di dunia digital jauh lebih mudah dan cepat daripada mengumpulkan uang dari sektor riil yang butuh waktu lama. 

 

Salah satu contoh adalah melakukan trading berjangka (forex, index, komoditi dan saham). 

 

Dalam sektor finansial saat ini, kebijakan Pemerintah cenderung berpihak pada saham atau stock, alih-alih perdagangan berjangka (misalnya forex) padahal pasar forex lebih aman dan menguntungkan.

 

Keempat, terkait perpindahan Ibukota ke Kaltim, seyogianya momen ini dapat dijadikan momentum membangun Indonesia Baru sehingga bukan saja perpindahan fisik pemerintahan tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan pandangan dan gagasan serta format baru ekonomi Indonesia. Bentuk organisasi baru.

 

“Sehingga Indonesia mempunyai harapan baru untuk menjadi 5 besar ekonomi dunia, Ibukota baru 2024 dapat menjadi tonggak baru pembangunan Indonesia. Ekonomi jalan baru yang menghantarkan rakyat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan sejahtera," pungkas Hastoruan. ||awi

Berita Lainnya

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com