,
09 Maret 2015 | dibaca: 1044 pembaca
Hut Kota Bekasi Dapet Predikat Kota Terkotor

Sampah Liar Di Kota Bekasi

skornews.com, Bekasi

Menjelang Hut Kota Bekasi yang ke 18 Tahun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghadiahi Kota Bekasi di penilaian pertama (P1) program Adipura pada Kategori Kota Metropolitan Tahun 2015 dengan nilai terendah 64,89 Poin dari 14 Kota. Ironisnya pada penilaian tahap kedua (P2), kota bekasi dinyatakan tereleminasi. Sebelumnya pada Tahun 2014 lalu, Kota Bekasi berhasil meraih 71 poin.

 

Berdasarkan rilis Kementerian LH dan Kehutanan, Peringkat pertama dalam penilaian tersebut adalah Kota Surabaya, 2. Palembang, 3. Kota Tangerang, 4. Kota Semarang, 5. Kota Medan, 6. Jakarta Pusat, 7. Kota Makassar, 8. Jakarta Selatan, 9. Depok, 10. Jakarta Timur, 11. Jakarta Utara, 12. Jakarta Barat, 13. Kota Bandung, dan 14. Kota Bekasi.

 

Pada Penilaian Adipura Tahun 2015, dalam penilaian Kategori Kota Metropolitan 2015, ada 4 Komponen penilaian yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH), Pengelolaan sampah, dan Pencemaran air dan udara. Untuk RTH 85%, Pencemaran air 5%, dan pencemaran udara 10% dari 15 titik pemantauan dan penilaian.

 

Direktur Sosial dan Pendidikan LSM Sapu Lidi, Tengku Imam Kobul Yahya S atau yang akrab di kenal Bang Imam ini menurutnya kebersihan di kota bekasi bukanlah menjadi rahasia umum lagi karena lemahnya peran masyarakat dalam membantu pemerintah kota bekasi di bidang kebersihan sangatlah minim.

 

Seperti yang dilansir dari Blog milik bang Imam, Jebloknya penilaian yang diberikan KemenLH & Hut kepada Kota Bekasi karena minimnya pengelolaan dan pengangkutan sampah dari skala sampah rumah tangga, perumahan, dan TPS hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

“Sebenarnya persoalan sampah di Kota Bekasi masih bisa di selesaikan, tetapi truk untuk pengangkutan sampah di Kota Bekasi masih sangat kurang, sehingga kurang lebih ada 40 Tempat Pembuang Sampah (TPS) liar.”ujarnya saat di hubungi melalui via telephone.

 

Lebih lanjut imam, keterbatasan ruang pada TPA Sumurbatu milik Pemkot Bekasi juga kurang memadai untuk mengangkut kuota sampah di Kota Bekasi yang mencapai lebih kurang 2000 M3 perharinya, sedangkan lahan pada TPA sumur batu hanya mencapai 12,4 Ha, “waktu itu saya dan rekan-rekan sekitar 3 hari melakukan penelitian di TPA Sumur Batu, 12,4 Ha itu sudah terpakai sebanyak 10 Ha dari 5 zona, 4 yang sudah menggunung, sehingga kuota sampah yang terangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Bekasi tidak lebih mencapai 54, 45% , dalam arti sekitar 44,25% yang masih berserakan.”ungkapnya.

 

Dalam hal ini Imam mengharapkan, Pemerintah Kota Bekasi harus lebih efektif memperhatikan pada sektor kebersihan, sehingga TPS liar yang ada di Kota Bekasi mampu di bersihkan.

 

“Solusinya Pemkot Bekasi harus mampu menutup TPS liar, jangan hanya di tutup dan tidak di jaga, kedua itu harus adanya penambahan kuota truk pengangkut sampah dan SDM pengangkut sampahnya, terutama itu komitmen pada masyarakatnya.”terangnya. ▪Alfi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com