,
24 Juli 2018 | dibaca: 6507 pembaca
HASTORUAN: 2019, Rupiah Akan Tembus 20.000

Pakar Ekonomi & Trading, HASTORUAN

Jakarta, skornews.com

 

Fundamental ekonomi terpenting suatu negara adalah cadangan devisa yang sangat rentan terhadap perubahan suku bunga The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Jika cadangan devisa suatu negara minim ditambah komponen impor dan utang luar negeri yang besar maka dipastikan mata uangnya akan anjlok.

 

Hal tersebut disampaikan Pakar Ekonomi dan Trading (penggagas metode Ekonomi Jalan Baru - EJB), Hastoruan. Menurutnya, Indonesia yang hanya memiliki cadangan devisa sekitar $ 130 miliar tidak akan mampu menahan kenaikan suku bunga The Fed. Rupiah akan terkoreksi 1000 poin setiap kali The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin.

 

Rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak 5-6 kali dalam periode Tahun 2018-2019 sangat mengancam keberlangsungan ekonomi Indonesia. The Fed telah dua kali menaikkan suku bunga acuan (25 Basis Poin) dan Rupiah selalu terkoreksi (1000 Poin). Jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga hingga 6 kali maka yang terjadi menurut Hastoruan adalah:

 

The Fed naik 25 basis poin dan Rupiah anjlok Rp 14.000/Dollar (Maret 2018), (Juni 2018) The Fed naik 25 basis poin dan Rupiah kembali anjlok Rp 15.000/Dollar, (September 2018) The Fed rencana naik lagi 25 basis poin maka Rupiah akan anjlok Rp 16.000/Dollar, pada (Desember 2018) The Fed akan naik lagi 25 basis poin maka Rupiah anjlok Rp 17.000, (Maret 2019) The Fed naik 25 basis poin maka Rupiah anjlok ke Rp 18.000/Dollar dan pada Bulan Juni 2019 nanti rencana The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin maka Rupiah dipastikan akan anjlok 1000 poin menyentuh angka Rp 19.000-20.000/Dollar Amerika Serikat.

 

Tonton Juga Videonya

 

Saat ini Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia hanya mengambil kebijakan menaikkan suku bunga BI untuk mempertahankan nilai kurs Rupiah. Dan juga intervensi pasar uang (menjual Dolar).

 

Namun Hastoruan memastikan kenaikan suku bunga BI tidak akan mampu melawan kenaikan suku bunga The Fed. Sementara intervensi pasar hanya menyebabkan cadangan devisa semakin tergerus dan pada akhirnya menyebabkan Dolar semakin langka.

 

“Hanya dengan melaksanakan gagasan “Ekonomi Jalan Baru” maka cadangan devisa dapat ditingkatkan menjadi $1000 Miliar, APBN menjadi Rp10.000 Triliun, dan Pertumbuhan ekonomi menjadi 10%,” kata penggagas metode EKONOMI JALAN BARU, Hastoruan. ||Awi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com