,
13 Juli 2017 | dibaca: 464 pembaca
Hari Koperasi, Presiden: Gelorakan Kembali Semangat Koperasi

Presiden hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (12/7)

Jakarta, skornews.com

 

Sumbangan koperasi pada perekonomian Indonesia sebesar 3,9%. Hal itu dikemukakan Presiden pada Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (12/7).

 

Presiden membandingkan dengan Perancis yang mencapai 18%, di Belanda kontribusinya 18% , di Selandia Baru kontribusinya 20%, “inilah pekerjaan besar kita, pekerjaan besar kita ada disini. Agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional itu meningkat secara drastis,” kata Presiden Jokowi.

 

Banyak koperasi yang baik dapat dijadikan model percontohan. Jokowi menyebut KUD Denbatas di Tabanan, Koperasi Kredit Credit Union Mandiri, Koperasi Kospin Jasa yang perputarannya sudah Rp 5 Triliun sampai saat ini, kemudian koperasi Sidogiri di Jawa Timur perputarannya sudah Rp 18 Triliun, “ini koperasi, ada contoh-contoh yang bisa kita lihat,” ujar Presiden.

 

Presiden menekankan, kalau korporasi-korporasi besar itu bisa, koperasi mestinya juga harus bisa. Kalau perusahaan swasta itu bisa, koperasi pastinya juga harus bisa melakukan hal yang sama, “ajak mereka untuk melihat yang sukses, koperasi yang sukses tadi yang saya sebut yang bisa kita pakai untuk contoh-contoh keberhasilan koperasi mengelola usahanya, mengelola kreditnya, mengelola uangnya,” tutur Presiden Jokowi.

 

Pemerintah memberikan kesempatan kepada koperasi untuk juga ikut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dulunya, bunganya 22% sekarang dengan subsidi dari APBN, bunganya bisa ditekan menjadi 9%, dan Insha Allah tahun depan akan ditekan lagi menjadi 7%.

 

Kepala Negara juga mengajak kepada seluruh pelaku koperasi Indonesia untuk meneguhkan, untuk mengelorakan kembali gerakan koperasi, semangat reformasi koperasi, “Sehingga koperasi nantinya bisa berkompetisi bersaing dengan perusahaan swasta, korporasi, BUMN karena kesempatan itu ada di depan mata kita,” tutur Kepala Negara.

 

“Saya menyakini kekuatan koperasi saat ini masih relevan dalam perekonomian Indonesia dan perekonomian global,” kata.

 

Pemerintah menempatkan koperasi sebagai institusi utama dalam pelaksanaan kebijakan pemerataan ekonomi dan dalam kebijakan reforma agraria, redistribusi lahan.

Juga koperasi sebagai salah satu penerima yang dapat memanfaatkan konsesi-konsesi yang akan diberikan dengan catatan memiliki kemampuan manajemen dalam pengelolaan konsesi konsesi lahan yang akan diberikan oleh pemerintah.

 

“Kalau bisa diberikan 10.000 hektar kenapa tidak untuk koperasi, kalau bisa diberikan 100.000 hektar untuk koperasi Kenapa tidak kita berikan. Kalau perusahaan besar diberikan segede itu, mestinya koperasi juga bisa diberikan sebanyak itu,” ujar Presiden.

 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dekopin Nurdin Halid dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. ||Wahyu (smbr:setkab)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com