,
16 Juli 2018 | dibaca: 259 pembaca
Geopark Indonesia Mendunia

Unesco Global Geopark: Gunung Rinjani dan Ciletuh

Jakarta, skornews.com

 

April 2018, Dua taman bumi Indonesia kembali mendapat predikat sebagai taman bumi global Unesco (Unesco Global Geopark) dari UNESCO yaitu Gunung Rinjani di Lombok, NTB dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat setelah sebelumnya Batur dan Gunung Sewu telah mendapat predikat sama di Tahun 2016.

 

Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi termasuk keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal.

 

Dari Enam Unesco Global Geopark di Asia Tenggara, empat diantaranya berada di tanah air. Indonesia juga memiliki tujuh kawasan Geopark Nasional lainnya serta terdapat lebih kurang 80 kawasan yang menjadi kandidat Geopark Nasional pada tahun 2025 mendatang.

 

Unesco Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis dimana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu, (Dikutip dari laman UNESCO).

 

Dengan konsep ini, sebuah taman bumi yang mendapat pengakuan UNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal.

 

Saat ini, ada 140 taman bumi yang masuk dalam jejaring UNESCO, taman-taman tersebut berada di 38 negara, empat di antaranya berada di Indonesia. Keanggotaan UNESCO Global Geopark dibatasi hanya empat tahun dan akan dilakukan peninjauan setelahnya.

 

Untuk mendukung perkembangan Geopark, Kemenko Bidang Kemaritiman bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Konferensi Nasional I Geopark Indonesia di Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/Bappenas, (12/7).

 

Dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar UNESCO Global Geopark tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan mengaku bangga. Menurutnya, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan tersebut.

 

“Geopark bisa menjadi solusi alternatif pemanfaatan kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan,” kata luhut.

 

Menko Luhut menyampaikan pasca pengakuan dua situs taman bumi Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark tersebut, daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor berpotensi meningkat pesat.

 

“Dari pengembangan geopark, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektor terkait lainnya bisa tumbuh,” kata Menko Luhut.

 

Sebagaimana identifikasi yang dilakukan oleh UNESCO (2017), pengembangan geopark juga berkontribusi bagi upaya Indonesia dalam mencapai gol dan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

 

“Pengembangan geopark memberikan kontribusi nyata, untuk pengembangan wilayah, peningkatan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat pada kehidupan yang baik dengan menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan perempuan untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat serta terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati dan budaya serta jasa lingkungan (amenities) secara berkelanjutan,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

 

Secara konkret, pengembangan geopark direfleksikan sedikitnya dalam delapan gol. Kedelapan tujuan tersebut, yakni: (i) Tujuan 1, Tanpa Kemiskinan; (ii) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas; (iii) Tujuan 5, Kesetaraan Gender; (iv) Tujuan 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (v) Tujuan 11, Kota yang Berkelanjutan; (vi) Tujuan 12, Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab; (vii) Tujuan 13, Penanganan Perubahan Iklim; serta (viii) Tujuan 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Bambang melanjutkan, “konferensi hari ini merupakan wahana untuk belajar dan berdiskusi, sekaligus menggali inovasi-inovasi untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan hidup yang menjadi ruh pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan geopark,” tutur Menteri Bambang.

 

Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Konferensi Nasional I Geopark Indonesia juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf serta kalangan akademisi dan pegiat geopark, dengan total peserta konferensi mencapai 500 orang.

 

Konferensi yang fokus membahas pengembangan geopark untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan serta pelestarian lingkungan ini sekaligus menjadi awal bagi konferensi lanjutan berskala internasional yang akan dilangsungkan pada September 2019 mendatang dan untuk pertama kalinya Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah Asia Pacific Geopark Network (APGN) Conference di lokasi UNESCO Global Geopark Rinjani, Mataram, Lombok. ||awi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com