,
04 Desember 2018 | dibaca: 288 pembaca
Gagal Mediasi, Keluarga Tjoe Laporkan Pemkot Ke Ombudsman

Mediasi kedua, Pemkot Jayapura dengan Keluarga Tjoe

Jayapura, skornews.com

 

Pasca aksi pemalangan Puskesmas Abepantai oleh keluarga Tjoe. Kepala Dinas Kesehatan Kota dan Kepala Distrik Abepura kembali menggagas pertemuan antara Pemerintah Kota Jayapura dengan keluarga Tjoe yang berlagsung sekitar pukul 17.00 WIT, (3/12).

 


Pihak Pemkot diwakili Asisten 1, Evert Meruje sementara keluarga Tjoe diwakili Yakoba Tjoe. Pertemuan kembali tidak menghasilkan solusi karena tuntutan keluarga Tjoe tidak dipenuhi Pemkot Jayapura.


"Kami kecewa, seharusnya pemalangan ini tidak terjadi jika Pemkot tidak mengabaikan kesepakatan pada pertemuan pertama (13/10) untuk merespon tuntutan kami hingga Tanggal,  30/11," Kata Yohanes kepada skornews, (3/12).

 

Pemkot tidak tepati kesepakatan, keluarga Tjoe pasang spanduk di Puskesmas Abepantai

 

Yohanes menambahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota menyampaikan bahwa ketiga tuntutan kami tidak dapat dipenuhi dengan alasan sudah menyurati bagian aset (BPKAD) tanggal, 16 Oktober 2018 namun tidak ditanggai. 


"Kadis Kesehatan justru menyarankan keluarga Tjoe menyurati BPKAD untuk mempertanyakan status tanah yang ditempati Puskesmas Abepantai tersebut. Terkait Kepala Puskesmas dan dr. Evalina Diodoran Malau yang dituntut keluarga Tjoe agar dipindahkan, Kadis Kesehatan menyampaikan bahwa sesuai perintah Walikota, kedua dokter tersebut tetap bertugas di Puskesmas Abepantai. 


Berikut pernyataan sikap keluarga Tjoe yang disampaikan dalam pertemuan kedua:


1. Penghinaan yang dilakukan dr. Evalina Diodoran Malau terhadap pasien Rasanah Kaplele Tjoe telah kami laporkan kepada Ombusman RI perwakilan Papua dengan kasus mal-pelayan publik 


2. Kami meminta kejelasan kepada Perintah Kota agar menyiapkan bukti administrasi (legalitas) Jual Beli tanah, kwitansi, surat pelepasan adat dan sertifikat tanah, apabila pemerintah tidak bisa menunjukkan bukti-bukti tersebut maka kami akan membuat Laporan Polisi terkait penyerobotan tanah adat oleh Pemerintah Kota Jayapura sejak tahun 2009.


3. Tanah yang ditempati Puskesmas dan Kantor Lurah Abepura tidak akan kami jual namun akan kami kontrakan apabila pemerintah mau menggunakannya.

 

Keuarga Tjoe laporkan buruknya pelayanan publik Puskesmas Abepantai di Kantor Ombudsman Perwakilan Papua (foto daniel, 3/12)


Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Jayapura melalui Asisten 1 bidang pemerintahan menanggapi, bahwa masalah penghinaan yang dilakukan oknum Dokter Puskesmas Abepura akan kami laporkan kepada Walikota. Terkait tanah Puskesmas, Pemkot telah menyiapkan bukti Surat Jual Beli dan mengundang keluarga Tjoe besok (hari ini) ke Kantor Walikota untuk ditunjukkan.


Keluarga Tjoe, Yohanes (suami RK Tjoe) mengatakan, kalau memang ada kenapa tidak ditunjukan kepada keluarga selama 2 bulan waktu yang diberikan sesuai kesepakatan pertemuan pertama.


"Itu yang membuat keluarga marah karena batas waktu 2 bulan itu diabaikan hingga terjadi pemalangan," Kata Yohanes kesal. ||Daniel RS

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com