,
01 Desember 2018 | dibaca: 961 pembaca
Dokter Hina Pasien BPJS Saat Berobat, Keluarga Tak Terima

Puskesmas Abepantai, Kota Jayapura

Jayarapura-Papua, skornews.com

 

Perlakuan dokter Puskesmas Abepantai, dr. Evalina Diodoran malau terhadap pasien RK Tjoe bebuntut panjang, keluarga RK tidak terima atas penghinaan tersebut.

 

Keluarga Tjoe yang juga merupakan pemilik hak ulayat atas tanah yang ditempati Puskesmas Abepantai rencananya akan melakukan pemalangan jika tuntutannya tidak dipenuhi.

 

Sejumlah pihak kemudian menggagas pertemuan antara keluarga Tjoe dan pihak Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk dicarikan solusi. Pertemuan dilaksanakan di rumah RK Tjoe, Tanggal, 13 Oktober 2018 lalu.

 

Pertemuan antara kelurga Tjoe dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Jayapura dihadiri dihadiri Kepala Distrik Kota Jayapura, Danramil Abepura dan pihak BPJS Papua

 

 

Keluarga Tjoe menuntut agar Kadis Kesehatan dr. Nyoman Sri Antasari memutasi dr. Evalina Deodoran dan Kepala Puskesmas Abepantai  serta mendesak Kadis Kesehatan menunjukkan seluruh bukti (legalitas) jual beli, pelepasan dan sertifikat tanah Puskesmas dan Kantor Lurah Abepantai karena tanah tesebut masih milik ulayat keluarga Tjoe dan tidak pernah menjualnya.

 

Suami pasien, Lukas menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dihadiri Kepala Distrik Kota Jayapura Dinosius J.A. Deda, S.STP, Danramil Abepura Kapten Inf.  J. Simbiak, Kepala Dinas Kesehatan kota dr. Nyoman Sri Antasari, Kepala Puskesmas Abepantai, para Dokter dan Perawat Puskesmas Abepantai, pihak BPJS Provinsi Papua serta Keluarga Suku Tjoe yang diwakili Yoel Yopy Tjoe, Gustaf Tjoe, Yoke Tjoe, Sambi Tjoe, Pdt Andreas Tjoe, Rina Tjoe, Peky Tjoe dan sejumlah keluarga Tjoe Lainnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, keluarga Tjoe sebagai pemilik hak ulayat mengancam akan terus melakukan aksi pemalangan jika tuntutannya tidak dipenuhi namun Kepala Dinas Kesehatan meminta tidak dilakukan aksi, mengingat Puskesmas Abepantai sedang dalam masa penilaian peningkatan status akreditas.

 

Menurut Lukas, pihak Dinas Kesehatan akan memberikan tanggapan atas tuntutan Keluarga Tjoe pada Tanggal, 30 Nopember 2018.

 

“Kadis Kesehatan menangis di depan keluarga dan memohon agar tidak dipalang, dia minta waktu sampai selesai penilain akreditas puskesmas Abepantai, 30/11” terang Lukas (suami pasien RK Tjoe).

 

Lukas manambahkan, hingga batas waktu yang disepakati berakhir, pihak Dinas Kesehatan belum bemberikan tanggapan.

 

“Saya tanyakan ke Kadis Kesehatan melalui pesan singkat (SMS) dan dijawab bahwa untuk kepemilikan tanah itu ada di bagian aset, saya sudah menyurat tanggal 16 Oktober ke BPKAD tapi belum dijawab, silahkan keluarga menyurat kepada pemkot untuk mempertànyakan supaya ada dasar menindaklanjuti, kalau memang ternyata belum terbayar tentu pemkot akan bayar. terkait dr. Melva dan dr. Eva yang berwenang memindahkan ASN itu kewenangan Walikota, saya sudah 2x lapor, beliau katakan tetap disitu,” kata Lukas mengutip jawaban Kadis Kesehatan.

 

 

Kepala PuskesmasAbepantai, dr.Melva Desintha Natalia Sirait (kiri), dr Evalina Diodoran Malau (batik putih)

 

Lukas menceritakan kronologis kejadian kepada skornews, (1/12/2018).

 

Tanggal, 6 Oktober 2018 istri saya mau memeriksakan giginya di Puskesmas Abepantai, karena tidak ada dokter gigi maka ditangani Dokter Jaga dan dibuatkan rujukan ke Rumah Sakit Abepura.

 

dr. Evalina Diodoran malau datang dan mempertanyakan BPJS istri saya yang saat itu menggunakan fasilitas BPJS dari Pemda Sarmi karena kebetulan berprofesi PNS di Kab. Sarmi.

 

dr. Evalina Diodoran malau mengatakan bahwa Ibu sudah tidak bisa kami layani karena sudah puluhan kali kami layani, kami dapat apa dari BPJS Ibu. Nanti Pemda Sarmi yang nikmati sementara kami tidak dapat apa-apa.

 

Saat itu terjadi pentengkaran mulut karena istri saya menanyakan ke dr. Evalina, Ibu kapan bantu saya sampai puluhan kali.

 

dr. Eva menjawab, kamu lupa saat kamu hamil dan gila, saya yang tolong kamu buatkan rujukan ke RS.

 

Saat itu terjadi pertengkaran hebat yang disaksIkan sejumlah Pasien dan Perawat. Istri saya ditenangkan oleh Kepala Puskesmas dan menyuruh pulang.

 

Saat istri saya berbicara dengan kepala Puskesmas, dr. Evalina ngomel-ngomel dan berteriak itu orang gila, ambil ambulans dan bawa ke Rumah Sakit Jiwa.

 

Awalnya, keluarga menganggap biasa saja tapi setelah marak beredar pembicaaraan di masyarakat bahwa istri saya gila dan dimarahi dokter saat berobat maka kami dan keluarga besar tidak terima penghinaan itu.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura yang dikonfirmasi skornews terkait hal tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis. Tanggapan pihak Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan dr. Evalina Diodoran malau akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya. ||Daniel RS

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com